Jelang Muktamar Ke-35 NU, Ketua LKNU Dorong Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Organisasi
Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Jakarta, NU Online
Menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) Muhammad Zulfikar As’ad (Gus Ufik) mendorong agar bidang pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama organisasi pada masa kepemimpinan mendatang.
Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus indikator penting kemajuan suatu bangsa.
“Saya merekomendasi, ini suara tidak hanya saya saja, tetapi teman-teman semuanya. Saya berharap khidmah kesehatan ini lebih diperhatikan dari sisi keorganisasian karena sebenarnya secara potensi kita ada,” ujarnya kepada NU Online pada Rabu (12/8/2026).
Ia menegaskan bahwa khidmah pendidikan dan kesehatan merupakan bentuk dakwah nyata yang harus menjadi keniscayaan bagi NU. Sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, NU dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Khidmah pendidikan dan kesehatan sebagai dakwah nyata dan harus menjadi sebuah keniscayaan bagi NU,” katanya.
Gus Ufik menyampaikan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan dua aspek fundamental yang menentukan kualitas kehidupan masyarakat. Berdasarkan berbagai kajian keilmuan dan penelitian, kedua sektor tersebut menjadi ukuran utama dalam menilai kemajuan sebuah negara.
Menurutnya, pendidikan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada pendidikan formal di sekolah, melainkan harus dipahami secara komprehensif tanpa membedakan pendidikan agama dan pendidikan umum. Madrasah, sekolah, maupun pesantren harus memperoleh perhatian yang sama agar dapat berkembang bersama.
Di bidang kesehatan, Gus Ufik menilai peran NU masih dapat diperkuat melalui pengembangan rumah sakit dan layanan kesehatan yang didukung sumber daya manusia yang memadai.
“Hanya memang sejauh ini kita berharap betul untuk lebih diperhatikan lagi. Misalnya nanti dalam pengembangan rumah sakit, kan tidak hanya rumah sakitnya, termasuk juga bagaimana dalam mempersiapkan SDM-nya dan sebagainya,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pembiayaan dan kolaborasi antarlembaga di lingkungan NU. Menurutnya, pengembangan layanan kesehatan membutuhkan sinergi berbagai unsur, mulai dari lembaga ekonomi, pengelola zakat, hingga lembaga pendidikan yang menyiapkan tenaga kesehatan profesional.
“Tapi kalau sudah menyangkut misalnya persiapan pendirian rumah sakit, maka tentunya dari PBNU ini bisa mewadahi berbagai lembaga, mungkin dari ekonomi atau mungkin dari zakat atau LAZIS-nya, dan sebagainya. Kemudian dari LPTNU, lembaga pendidikannya, menyiapkan SDM-nya, dan sebagainya. Sehingga bisa terwujud yang kita harapkan di situ, kiprah NU terhadap upaya-upaya kesehatan warga negara Indonesia,” ujarnya.
Gus Ufik berharap Muktamar Ke-35 NU menjadi momentum memperkuat orientasi organisasi pada pelayanan pendidikan dan kesehatan.
“Pada intinya kami berharap, kedepan NU lebih meningkatkan dan memprioritaskan khidmah di bidang, pendidikan, kesehatan dan pendidikan kesehatan sehingga kehadiran NU betul-betul dirasakan oleh ummat dan masyarakat bangsa Indonesia,” pungkasnya.