Nasional

Kekeringan Meluas di Sejumlah Wilayah Indonesia, BNPB Sebut Ribuan Warga Terdampak

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:00 WIB

Kekeringan Meluas di Sejumlah Wilayah Indonesia, BNPB Sebut Ribuan Warga Terdampak

Dampak kekeringan akibat fenomena hari tanpa hujan (HTH) di sejumlah wilayah Indonesia (Freepik)

Jakarta, NU Online
 
Dampak musim kemarau mulai dirasakan di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena hari tanpa hujan (HTH) yang berlangsung selama satu bulan terakhir memicu krisis air bersih di sejumlah daerah, mulai dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan bahwa dampak HTH, ribuan warga terdampak kini bergantung pada distribusi bantuan air bersih dari pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Ia mengatakan bahwa Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat kekeringan. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat di lima kecamatan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.


“Sebanyak 4.245 kepala keluarga (KK) terdampak kejadian ini, antara lain 1.357 KK di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong; 306 KK di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar; 500 KK di Desa Banyu Urip dan 718 KK di Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung; 630 KK di Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan; serta 734 KK di Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batulayar,” katanya pada Kamis (25/6/2026).

 

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat mengerahkan empat unit mobil tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang difokuskan untuk mendistribusikan air bersih ke Kecamatan Kuripan.

 

Muhari juga menyampaikan bahwa kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Jawa Barat, kekeringan akibat fenomena HTH melanda Kabupaten Bogor dengan sekitar 725 kepala keluarga terdampak, serta Kabupaten Garut yang mencatat sekitar 350 kepala keluarga mengalami kekurangan air bersih.

 

Ia menambahkan, pada Jawa Tengah, Kabupaten Klaten menjadi wilayah dengan jumlah terdampak cukup besar, yakni mencapai 2.161 kepala keluarga. Adapun di Kabupaten Boyolali, sebanyak 42 kepala keluarga juga mengalami dampak kekeringan.

 

BNPB mengimbau pemerintah daerah di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar mengoptimalkan pengelolaan serta distribusi cadangan air bersih sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.


“Masyarakat juga diharapkan menggunakan air bersih secara bijak serta segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau BPBD setempat apabila mengalami gangguan pasokan air bersih,” ujar Abdul.