Gus Yahya Lepas Jenazah KH Hasanuddin Kriyani di RSPAD, Kenang sebagai Panutan Umat
NU Online · Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf melepas jenazah sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH Hasanuddin Kriyani, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026). (Foto: dok Purwaji)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melepas jenazah sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH Hasanuddin Kriyani, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).
Berdasarkan keterangan anggota GP Ansor, Purwaji, Gus Yahya hadir bersama Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Rifqi Al Mubarok. Kehadiran keduanya disambut keluarga almarhum, termasuk putra KH Hasanuddin Kriyani, Abdullah Syukri atau Gus Abe.
Gus Yahya kemudian memimpin pembacaan doa di hadapan jenazah KH Hasanuddin Kriyani. Doa tersebut turut diikuti keluarga besar dan kerabat yang berada di RSPAD.
Gus Yahya menyampaikan bahwa wafatnya KH Hasanuddin Kriyani menjadi kehilangan besar bagi umat. Menurutnya, almarhum merupakan sosok kiai yang selama hidupnya menjadi panutan dan memiliki jasa bagi agama, bangsa, dan negara.
“Kita kehilangan kiai yang menjadi panutan umat. Beliau berjasa pada agama, bangsa dan negara. Kita sangat kehilangan tokoh seperti Kiai Hasanuddin Kriyani ini,” kata Gus Yahya.
Sementara itu, Purwaji mengatakan Gus Abe menjelaskan kepada Gus Yahya bahwa ayahnya sebelumnya dalam kondisi sehat dan datang ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Namun, KH Hasanuddin Kriyani kemudian meninggal dunia secara tiba-tiba, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-81.
Menantu almarhum, Ustadz Jamaluddin Husein, juga mengonfirmasi kabar wafatnya KH Hasanuddin Kriyani. Jenazah KH Hasanuddin Kriyani dijadwalkan dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Buntet Pesantren pada Kamis (13/8/2026).
KH Hasanuddin Kriyani, yang akrab disapa Abah Hasan, sebelumnya dipilih para masyayikh dan sesepuh Pondok Buntet Pesantren untuk melanjutkan kepemimpinan KH Adib Rofiuddin Izza yang wafat pada 1 Juni 2026.
Semasa hidupnya, almarhum aktif di dunia pendidikan sejak usia muda. Ia pernah menjadi kepala madrasah di lingkungan Pondok Buntet Pesantren dan mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon.
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
KH Nasaruddin Umar Mengaku Dapat Dorongan Maju Ketua Umum PBNU, Soroti Tantangan Kepemimpinan NU
4
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
5
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
6
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
Terkini
Lihat Semua