Nasional

Ketua Umum PBNU Ingatkan Konflik Timur Tengah Jangan Picu Perpecahan Umat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Ketua Umum PBNU Ingatkan Konflik Timur Tengah Jangan Picu Perpecahan Umat Islam

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah bukanlah pertentangan mazhab atau ajaran agama, melainkan berkaitan dengan kepentingan politik dan kekuasaan.


Gus Kikin mengingatkan agar konflik tersebut tidak berkembang menjadi perpecahan dan permusuhan di kalangan umat Islam. Menurutnya, perbedaan mazhab tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci atau merusak persaudaraan.


"Jangan sampai konflik politik di Timur Tengah berubah menjadi permusuhan antarumat Islam. Perbedaan mazhab tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci, apalagi memecah belah persaudaraan," katanya di Jombang, dikutip dari Antara, Senin (19/10/2026).


Ia mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, tidak mudah terprovokasi oleh narasi sektarian, serta mengedepankan persaudaraan dan perdamaian.


Gus Kikin juga menegaskan bahwa kepentingan politik, kekuasaan, maupun militer tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengorbankan keselamatan manusia.


"Islam menempatkan keselamatan jiwa manusia sebagai nilai yang sangat luhur. Menjaga jiwa atau hifzh an-nafs merupakan salah satu tujuan utama syariat. Karena itu, tidak ada kepentingan politik atau kekuasaan yang boleh mengabaikan keselamatan warga sipil," ujarnya.


Ia menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, pemerintah dan rakyat Arab Saudi, serta masyarakat dari berbagai negara yang terdampak serangan terhadap fasilitas sipil.


Gus Kikin secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga keamanan Makkah dan Madinah serta menjamin keselamatan jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.


"Tanah Suci harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman kekerasan. Keselamatan para jemaah harus menjadi perhatian bersama. Haramain adalah amanah suci yang wajib dijaga oleh seluruh umat Islam," tuturnya.


Desak Akses Bantuan Kemanusiaan Dibuka

Selain menyoroti konflik di Timur Tengah, Gus Kikin menyampaikan keprihatinan atas penderitaan rakyat Yaman akibat konflik berkepanjangan. PBNU mendesak agar akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat sipil dan pengungsi dibuka seluas-luasnya tanpa hambatan.


Menurutnya, aksi kekerasan yang terus berbalas hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat, memperluas kehancuran, dan menjauhkan kawasan tersebut dari perdamaian.


"Perang tidak boleh menjadi jalan untuk menyelesaikan setiap perbedaan. Semua pihak harus menahan diri, menghentikan serangan, menghormati hukum humaniter internasional, dan kembali ke meja perundingan," katanya.


PBNU juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan negara-negara di kawasan untuk mengambil langkah nyata dalam meredakan ketegangan serta membuka jalan bagi penyelesaian konflik melalui diplomasi.


Selain itu, PBNU mendukung Pemerintah Indonesia untuk terus berperan aktif dalam diplomasi internasional guna mendorong perdamaian dan melindungi kepentingan kemanusiaan.