Nasional

Ketum PBNU Gus Kikin Sampaikan Duka atas Wafatnya KH Syukron Makmun

Ahad, 18 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Ketum PBNU Gus Kikin Sampaikan Duka atas Wafatnya KH Syukron Makmun

Ketum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (NU Online)

Jakarta, NU Online 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta, Prof KH Syukron Makmun, pada Ahad (18/10/2026).

 

Atas nama pribadi dan PBNU, Gus Kikin menyebut wafatnya KH Syukron Makmun sebagai kehilangan bagi umat Islam, dunia pesantren, dan bangsa Indonesia. Almarhum dikenal sebagai ulama yang mendedikasikan hidupnya untuk dakwah Islam, pendidikan, dan pembinaan umat.

 

“Sebagai Ketua Umum PBNU, saya memandang almarhum sebagai salah satu ulama yang telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan dakwah Islam dan pendidikan pesantren di Indonesia,” ungkap Gus Kikin dalam pernyataan belasungkawanya.

 

Menurutnya, perjalanan dakwah KH Syukron Makmun menunjukkan besarnya peran ulama dalam membimbing umat, menjaga nilai-nilai keislaman, serta menanamkan akhlak mulia kepada generasi penerus.

 

Gus Kikin juga menyoroti pengabdian almarhum melalui Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Pesantren tersebut menjadi tempat pendidikan bagi para santri yang kemudian tersebar di berbagai daerah.

 

Ia berharap ilmu, nasihat, dan pendidikan yang telah diberikan almarhum kepada para santri menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

 

“Dedikasi semacam ini merupakan warisan berharga bagi Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

 

Gus Kikin turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, terutama KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, Wakil Ketua Umum PBNU yang merupakan putra almarhum.

 

Ia berharap keluarga besar almarhum diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

 

Gus Kikin juga mendoakan agar Allah swt mengampuni dosa dan kekhilafan almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

 

“Semoga perjuangan dan keteladanan beliau senantiasa menginspirasi generasi penerus dalam melanjutkan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.

 

Sebelumnya diberitakan ulama kharismatik sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta, Prof KH Syukron Makmun wafat pada Ahad (18/10/2026). di Rumah Sakit Pondok Indah (RS PI) Jakarta setelah sempat menjalani perawatan akibat gangguan jantung sejak pekan lalu.

 

Jenazah almarhum dishalatkan bakda zuhur dan selanjutnya dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

 

​KH Syukron Makmun lahir di Sampang, Pulau Madura Jawa Timur pada 21 Desember 1941. Ia tumbuh di lingkungan santri bersama ayah, ibu, dan kakeknya yang merupakan kiai serta guru ngaji di daerah asalnya, hingga berkembang menjadi sosok ulama yang sangat dihormati dan diidolakan masyaraka serta dijuluki “Singa Podium".