Lembaga Falakiyah PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Bulan Safar 1448 H Sore Ini
Rabu, 15 Juli 2026 | 12:00 WIB
Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menginstruksikan kepada seluruh perukyah NU untuk melakukan rukyatul hilal awal Safar 1448 H. Hal ini mengingat bulan Muharram 1447 H telah menemui penghujungnya.
Hal tersebut disampaikan melalui Surat Penjelasan Rukyah Safar 1448 H nomor 153/PB.08/A.II.08.13/13/07/2026 yang ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur pada Ahad (14/7/2026).
"Lembaga Falakiyah PBNU menginstruksikan kepada para perukyah Nahdlatul Ulama se–Indonesia untuk melaksanakan Rukyatul hilal awal Shafar 1448 H pada hari Rabu Pon, 29 Muharram 1448 H / 15 Juli 2026 M," demikian bunyi surat tersebut.
LF PBNU meminta agar hasil rukyah mohon bisa dilaporkan secara tertulis melalui WhatsApp Group LFNU se–Indonesia. "Mohon juga untuk dilaporkan melalui WhatsApp Group LFNU se–Indonesia," lanjut surat tersebut.
Sebagai informasi, hilal akhir Muharram 1448 H atau bertepatan dengan Rabu Pon, 15 Juli 2026 M adalah 12 derajat 31 menit 00 detik dengan elongasi 14 derajat 43 menit 00 detik dan lama hilal di atas ufuk 26 menit 44 detik. Sementara ijtima (konjungsi) terjadi pada Selasa Pahing 14 Juli 2026 M pukul 16:44:53 WIB.
Adapun letak Matahari terbenam 21 derajat 28 menit 28 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal berada pada posisi 22 derajat 29 menit 57 detik utara titik barat. Sementara kedudukan hilal 1 derajat 01 menit 29 detik utara Matahari dan keadaan hilal miring ke utara.
Hal ini berdasarkan markaz Jakarta Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT). Penghitungan ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Adapun parameter hilal terkecil itu terdapat di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ketinggian hilal di sana mencapai +11 derajat 13 menit, elongasi hilal haqiqy 13 derajat 25 detik dan lama hilal di atas ufuk 53 menit 37 detik.
Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh. Ketinggian hilal di sana mencapai +12 derajat 57 menit, elongasi hilal haqiqy 15 derjaat 19 menit dan lama hilal di atas ufuk 58 menit 28 detik.
Data di atas menunjukkan hilal sudah berada di atas ufuk dan sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah. Pasalnya, tinggi hilal sudah melebih 3 derajat dan elongasi sudah lebih dari 6,4 derajat.
"Maka untuk seluruh Indonesia, hilal sudah ada di atas ufuk pada saat Matahari terbenam," demikian tertulis dalam surat tersebut.