Nasional

Lima Gunung Api Berstatus Siaga, Aktivitas Anak Krakatau hingga Semeru Masih Terpantau

Senin, 7 September 2026 | 15:00 WIB

Lima Gunung Api Berstatus Siaga, Aktivitas Anak Krakatau hingga Semeru Masih Terpantau

Ilustrasi (Foto: MAGMA Indonesia)

Jakarta, NU Online

Sebanyak lima gunung api di Indonesia masih berstatus Level III (Siaga) berdasarkan laporan MAGMA Indonesia pada Senin (7/9/2026). Kelima gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Lampung, Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Semeru di Jawa Timur, serta Sinabung di Sumatera Utara.


MAGMA Indonesia menjelaskan, status Level III diberikan berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik atau kondisi gunung api yang sedang mengalami erupsi.


“Hasil pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi,” tulis MAGMA Indonesia.


Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau di Lampung terpantau mengalami aktivitas kegempaan pada periode 00.00-06.00 WIB. Hasil pengamatan mencatat empat kali gempa hembusan, 17 kali gempa harmonik, 34 kali gempa frekuensi rendah, 44 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 5-15 milimeter dan dominan 10 milimeter.


Secara visual, Gunung Anak Krakatau tertutup kabut dengan tingkat 0-III sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca di sekitar gunung berawan dengan angin lemah hingga sedang ke arah barat laut, sementara kondisi ombak laut dilaporkan tenang.


MAGMA Indonesia merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.


Gunung Lewotobi Laki-laki

Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, juga masih berstatus Level III (Siaga). Pada periode 00.00-06.00 WITA, tercatat dua kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, dan 14 kali gempa tektonik jauh.


Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-I. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, dengan ketinggian sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah barat.


MAGMA Indonesia merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.


Masyarakat di sekitar gunung juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama ketika terjadi hujan berintensitas tinggi.


Gunung Merapi

Gunung Merapi yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mencatat 13 kali gempa guguran serta 19 kali gempa hybrid atau fase banyak selama periode 00.00-06.00 WIB.


“Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca mendung, angin tenang ke arah utara,” tulis MAGMA Indonesia.


Merapi masih berpotensi mengalami guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya. Potensi bahaya tersebut antara lain dapat menjangkau Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.


Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer.


Lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif juga berpotensi menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.


“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” tulis MAGMA Indonesia.


Gunung Semeru

Gunung Semeru di Jawa Timur masih mengalami aktivitas erupsi. Dalam periode 00.00-06.00 WIB, tercatat 30 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-23 milimeter dan durasi 75-151 detik.


Selain itu, tercatat empat kali gempa guguran, enam kali gempa hembusan, dan satu kali gempa tektonik jauh.


Secara visual, Gunung Semeru tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati, sementara cuaca mendung hingga hujan dengan angin lemah ke arah barat daya.


MAGMA Indonesia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.


Di luar jarak tersebut, aktivitas juga dilarang dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.


Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.


Gunung Sinabung

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak mencatat aktivitas kegempaan selama periode pengamatan. Meski demikian, gunung tersebut masih berstatus Level III (Siaga).


“Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah timur,” tulis MAGMA Indonesia.


MAGMA Indonesia meminta masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi maupun di dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Larangan juga berlaku dalam radius lima kilometer untuk sektor selatan-tenggara.


“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” tulis MAGMA Indonesia.