Nasional

LPH NU-HAC Dampingi Produsen Resin Plastik Thailand Pertama Raih Sertifikasi Halal di Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:00 WIB

LPH NU-HAC Dampingi Produsen Resin Plastik Thailand Pertama Raih Sertifikasi Halal di Indonesia

LPH NU-HAC menyerahkan sertifikat halal kepada PTT Global Chemical Public Company Limited di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Lembaga Pemeriksa Halal Nahdlatul Ulama Halal Center (LPH NU-HAC) menyerahkan sertifikat halal kepada PTT Global Chemical Public Company Limited (PTT GC), perusahaan asal Thailand, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).


Sertifikasi tersebut mencakup produk PTT GC yang digunakan sebagai barang konsumsi dan bahan kegunaan (utilitas). PTT GC menjadi produsen resin plastik asal Thailand pertama yang memperoleh sertifikasi halal di Indonesia.


Ketua LPH NU-HAC Abdul Hakam Aqsho mengatakan kerja sama sertifikasi halal dengan PTT GC menjadi awal penguatan kemitraan antara Indonesia dan Thailand dalam bidang halal.


“Kita mungkin saling bersaing ketika berhadapan satu sama lain, misalnya dalam olahraga seperti sepak bola, bola voli, bola basket, atau olahraga lainnya. Namun dalam isu khusus ini, sertifikasi halal dan konsultasi halal, kita adalah mitra terbaik,” kata Abdul Hakam.


Ia menjelaskan, proses sertifikasi halal PTT GC merupakan bagian dari kerja sama yang telah berlangsung cukup lama antara Badan Halal Nahdlatul Ulama, khususnya LPH NU, dan PTT Group dari Thailand.


Menurutnya, proses pemeriksaan berjalan lancar. Pemeriksaan dilakukan selama dua hingga tiga hari, sedangkan sertifikat halal dapat diterbitkan maksimal dalam waktu satu bulan. Namun, sertifikasi PTT GC selesai dalam waktu kurang dari satu bulan.


“Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar. Pemeriksaan dilakukan selama dua hingga tiga hari, kemudian sertifikat halal bisa diterbitkan maksimal dalam waktu satu bulan. Bahkan, sertifikat tersebut selesai dalam waktu kurang dari satu bulan,” ujarnya seusai kegiatan.


Abdul Hakam berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang mengingat PTT GC merupakan perusahaan yang terus melakukan pengembangan produk.


“Ada banyak produk yang dapat kami bantu dalam proses sertifikasi halal, baik dari sisi sertifikasi maupun konsultasi mengenai proses pemenuhan standar halal,” katanya.


Ia menambahkan, dalam pemeriksaan laboratorium, LPH NU bekerja sama dengan sejumlah laboratorium milik badan usaha milik negara (BUMN) maupun perguruan tinggi. Laboratorium yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan produk.


“Kerja sama sertifikasi halal secara internasional sebenarnya sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Untuk Thailand sendiri, kerja sama ini baru dimulai tahun ini,” jelasnya.


Saat ini, LPH NU telah melakukan pemeriksaan halal di hampir sembilan negara, yakni Jepang, China, Thailand, Republik Ceko, Rumania, Italia, Prancis, Belgia, dan Skotlandia. Dalam waktu dekat, kerja sama serupa juga akan dilakukan dengan salah satu perusahaan besar di Belarus.


Abdul Hakam menjelaskan, pemeriksaan halal dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terhadap produk akhir, tetapi juga bahan baku, proses produksi, tempat, dan fasilitas produksi.


“Jadi, pemeriksaan halal bersifat holistik. Tidak hanya produk jadi, tetapi juga bahan baku dan seluruh proses yang diwajibkan halal oleh BPJPH,” katanya.


Menurutnya, bahan baku menjadi salah satu bagian penting dalam pemeriksaan karena banyak bahan yang digunakan dalam produksi berasal dari berbagai negara.


136 Produk Bersertifikat Halal

Sekretaris Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI Muhammad Aqil Irham mengapresiasi pencapaian PTT GC yang memperoleh sertifikat halal untuk produk-produknya di Indonesia.


“Kami sangat bersemangat untuk merayakan secara resmi penyerahan sertifikat halal untuk 136 produk di bawah kategori barang konsumsi dan bahan barang kegunaan (utilitas),” ujar Aqil.


Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan komitmen PTT GC dalam menyediakan produk halal berstandar tinggi yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai konsumen.


Sementara itu, Presiden Direktur PTT Global Chemical Public Company Limited Thaiyaphat Jittiborripat mengatakan sertifikasi halal tersebut menjadi pencapaian penting bagi perusahaan.


Ia mengaku bangga karena PTT GC menjadi produsen resin plastik asal Thailand pertama yang memperoleh sertifikasi halal di Indonesia. Sertifikasi tersebut mencakup 137 produk di bawah merek InnoPlus by GC, Plastmate by GC, dan Durolox by GC.


“Pencapaian ini menunjukkan komitmen kami untuk mendukung pelanggan dan memperkuat kehadiran kami di Indonesia,” katanya.


Ia berharap sertifikasi halal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan dan transparansi bagi pelanggan serta mitra yang membutuhkan bahan baku yang memenuhi standar halal.


“Dengan kerja sama yang erat, kami berhasil menyelesaikan proses sertifikasi ini dengan lancar dan efisien. Kami sangat menghargai dedikasi dan dukungan profesional Anda,” ujarnya.


Bagi PTT GC, kata Thaiyaphat, sertifikasi halal bukan sekadar dokumen, melainkan bagian dari komitmen perusahaan terhadap kualitas, transparansi, ketertelusuran (traceability), dan kepercayaan pelanggan.


“Kami akan terus bekerja sama secara erat dengan pelanggan dan mitra bisnis kami untuk menyediakan pasokan yang andal dan produk-produk berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pasar Indonesia,” tandasnya.