Nasional

Mendikdasmen: Revitalisasi Sekolah 2026 Fokus di Wilayah Bencana dan Daerah 3T

Kamis, 30 April 2026 | 18:30 WIB

Mendikdasmen: Revitalisasi Sekolah 2026 Fokus di Wilayah Bencana dan Daerah 3T

Mendikdasmen Abdul Muti saat ditemui NU Online di Jakarta, pada Kamis (30/4/2026). (Foto: NU Online/Jannah)

Jakarta, NU Online

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, program revitalisasi sekolah tahun 2026 akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah di wilayah terdampak bencana, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat.


“Prioritas pertama di sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Sumatera, juga di wilayah lain di Indonesia. Yang kedua sekolah-sekolah di daerah 3T, yang ketiga sekolah yang rusak berat,” ujarnya saat ditemui NU Online di Jakarta, Kamis (30/4/2026).


Mu’ti menjelaskan, program tersebut kini memasuki tahap verifikasi dan validasi (verval). Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 triliun yang telah tercantum dalam APBN untuk pelaksanaan revitalisasi pada 2026.


“Sekarang sudah pada tahapan verval untuk yang 2026 yang anggaran Rp14 triliun yang sudah masuk di APBN itu kita alokasikan untuk 11.744 satuan pendidikan,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah telah memberikan arahan umum dan tinggal menunggu proses verifikasi serta validasi rampung sebelum program dijalankan secara menyeluruh. Sejumlah proyek bahkan telah mulai dikerjakan, salah satunya di Sulawesi Utara.


“Ini sudah kita berikan arahan umumnya tinggal nanti pelaksanaannya setelah semuanya verifikasi dan validasi. Beberapa sudah mulai, termasuk yang di Sulawesi Utara (SDN Sinuian, Kabupaten Minahasa) yang di SD yang sempat viral itu saya sudah peletakan batu pertama. Nanti kita rehab total,” ucapnya.


Selain itu, kata Mu’ti, pembangunan fasilitas pendidikan juga telah menjangkau Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).


“Kemudian juga yang di Papua itu sudah kita bantu Rp2 miliar. yang di NTT yang sempat viral juga. Besok hari pendidikan nasional tanggal 5 saya ke NTT juga ke sekolah itu,” katanya.


Ia juga menyoroti kondisi sekolah rusak berat di Kabupaten Bangkalan yang ramai diperbincangkan.


“Kemudian ada viral lagi hari ini di bangkalan, saya besok ke bangkalan untuk juga membantu sekolah yang terdampak, yang memang rusak berat itu,” ucapnya.


Mu’ti menegaskan komitmennya untuk menjalankan program revitalisasi secara berkelanjutan dan meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.


“Kami konsisten untuk revitalisasi ini dan kami mohon dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat agar program ini berjalan dengan sebaik-baiknya,” katanya.


Ia juga menyampaikan bahwa program revitalisasi tahun sebelumnya telah rampung dengan cakupan 16.167 satuan pendidikan di berbagai wilayah.


“Revitalisasi 2025 kan sudah selesai, yang 16.167 (satuan pendidikan),” ujar Mu’ti.