PBNU dan India Jajaki Kolaborasi Pendidikan Pesantren dan Perguruan Tinggi
Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:00 WIB
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (13/10/2026). (Foto: NU Online/Aceng Darta)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty dan Konselor Politik Kedutaan Besar India Vikram Vardhan di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, termasuk tawaran beasiswa bagi kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Gus Kikin didampingi Sekretaris Jenderal PBNU Gus Gudfan Arif Ghofur dalam pertemuan tersebut. Pembahasan diarahkan pada peluang kolaborasi pendidikan, khususnya bagi pesantren dan perguruan tinggi NU.
Gus Kikin mengatakan, kunjungan tersebut menjadi langkah penting untuk membangun komunikasi dengan negara-negara di kawasan Asia, termasuk India yang berada di Asia Selatan.
“India ini merupakan kunjungan pertama sejak saya menjadi Ketua Umum PBNU. Kunjungan ini sangat berarti karena kita memang perlu membangun komunikasi, terutama dengan negara-negara di kawasan. India termasuk negara di Asia Selatan,” ujarnya.
Ia juga menilai hubungan dengan India penting untuk dikembangkan karena terdapat banyak warga Muslim di negara tersebut. Menurutnya, pertemuan itu menjadi kesempatan untuk saling mengenal sekaligus membuka ruang pembicaraan mengenai Islam dan hubungan kedua pihak.
“Di India juga cukup banyak warganya yang memeluk Islam. Jadi, kita sedikit berbicara mengenai bagaimana Islam di sana,” jelasnya.
Gus Kikin berharap, potensi kerja sama di bidang pendidikan dapat ditindaklanjuti menjadi program yang lebih konkret, terutama bagi lembaga pendidikan di lingkungan NU.
“Kita sudah berbicara mengenai sekolah-sekolah NU yang memiliki beberapa universitas. Mungkin nanti akan ada pembicaraan lebih lanjut agar hal ini bisa dibahas secara lebih konkret pada masa yang akan datang,” ungkapnya.
Sementara itu, Sandeep Chakravorty menyampaikan bahwa India dan Indonesia memiliki hubungan panjang, termasuk hubungan baik antara berbagai organisasi di India dan NU. Ia menilai kemitraan tersebut perlu dikembangkan untuk kepentingan masyarakat kedua negara.
Sandeep mengatakan, Kedutaan Besar India telah menawarkan beasiswa di bidang teknologi dan bahasa Inggris bagi kalangan NU. Tawaran tersebut diharapkan membuka peluang peningkatan kapasitas santri dan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi NU.
“Kami telah menawarkan beasiswa dalam bidang teknologi khususnya serta bahasa Inggris,” kata Sandeep.
Ia menambahkan, Gus Kikin akan mendiskusikan tawaran tersebut bersama pengurus PBNU. Menurutnya, peluang kemitraan di bidang teknologi antara India dan Indonesia masih terbuka luas.
“Saya percaya bahwa ada banyak peluang dalam hal kemitraan teknologi antara India dan Indonesia, dan karena Nahdlatul Ulama mungkin merupakan organisasi terbesar di dunia,” katanya.
Selain membahas peluang kerja sama pendidikan, Sandeep menyampaikan keinginan untuk kembali menggelar buka puasa bersama atau iftar dengan NU pada tahun mendatang.
“Saya juga menginformasikan kepada beliau bahwa setiap tahun kami bersama-sama menyelenggarakan buka puasa bersama (iftar), dan tahun ini kami ingin kembali mengadakan buka puasa bersama dengan Nahdlatul Ulama,” ucapnya.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal penguatan hubungan antara NU dan India.
“Ini adalah pertemuan yang sangat-sangat produktif dan kami sangat tertarik untuk mengembangkan hubungan yang lebih erat antara Nahdlatul Ulama dan India,” lanjutnya.