Nasional

PBNU Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026, Serukan Mujahadah Kemanusiaan

Kamis, 1 Oktober 2026 | 00:45 WIB

PBNU Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026, Serukan Mujahadah Kemanusiaan

PBNU meluncurkan logo dan tema Hari Santri 2026. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan logo dan tema Hari Santri 2026. Tahun ini, Hari Santri mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” yang menegaskan pentingnya tradisi pesantren dalam merawat persatuan bangsa.

 

Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Pengumuman Struktur PBNU Masa Khidmah 2026-2031 serta Launching Logo dan Tema Hari Santri 2026 di Plaza PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Senen, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

 

Master of Ceremony (MC) acara, Ahmad Farikhul Badi, mengatakan tema tersebut merefleksikan napas perjuangan bangsa.

 

“Untuk Hari Santri 2026 ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengangkat tema penuh makna dan merefleksikan napas perjuangan bangsa, yaitu Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri,” ujar Ahmad.

 

Ahmad menyampaikan bahwa tema tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi keilmuan pesantren dan nilai-nilai luhur para muassis Nahdlatul Ulama merupakan fondasi dalam menjaga persatuan dan kebinekaan.

 

“Tema ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kokohnya tradisi keilmuan pesantren dan nilai-nilai luhur para muassis Nahdlatul Ulama adalah fondasi utama dalam merawat persatuan dan menjaga kebinekaan,” katanya.

 

Peluncuran logo dan tema dilakukan melalui hitung mundur yang dipimpin Ahmad.

 

“Dan dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, tiga, dua, satu, dengan ini logo dan tema Hari Santri 2026 secara resmi telah diluncurkan,” tuturnya.

 

Selain peluncuran logo dan tema, PBNU akan mengisi rangkaian Hari Santri 2026 dengan gerakan solidaritas global. Ahmad menegaskan bahwa perjuangan santri tidak terpisahkan dari rasa kemanusiaan dan kepedulian universal.

 

PBNU menginstruksikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di seluruh dunia untuk menggelar Malam Mujahadah Kemanusiaan.

 

“PBNU menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus, mulai dari PWNU, PCNU, MWCNU, dan hingga PRNU di seluruh penjuru negeri untuk menggelar Malam Mujahadah Kemanusiaan,” ucapnya.

 

Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut ditujukan bagi masyarakat Palestina yang hingga kini memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka.

 

“Malam mujahadah ini ditujukan khusus bagi saudara-saudara kita di Palestina yang hingga hari ini gagah berani memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka,” ucap Ahmad.