PBNU Siapkan SDM Profesional NU untuk Pasar Kerja di Luar Negeri
Selasa, 6 Oktober 2026 | 22:30 WIB
Pertemuan Wakil Duta Besar Qatar sekaligus Sekretaris Kedua Kedutaan Besar Qatar Mohammad Bin Awad al-Shammari dengan Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif yang membahas rencana kerja sama antara PBNU dan Pemerintah Qatar melalui Kedutaan Besar Qatar di Jakarta yang dilaksanakan di Gedung PBNU, Senen, Jakarta, Selasa (6/10/2026). (Nu Online/Aceng)
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) profesional warga NU agar memiliki kompetensi yang dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja di luar negeri.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid) mengatakan bahwa rencana tersebut mengemuka setelah pertemuan Wakil Duta Besar Qatar sekaligus Sekretaris Kedua Kedutaan Besar Qatar Mohammad Bin Awad al-Shammari dengan Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif. Pertemuan itu membahas rencana kerja sama antara PBNU dan Pemerintah Qatar melalui Kedutaan Besar Qatar di Jakarta.
“Mereka membutuhkan training apa pun yang dibutuhkan dari kedua negara untuk saling menguatkan,” kata Gus Hayid saat ditemui NU Online di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Ia mengatakan bahwa Pemerintah Qatar juga tengah menyelesaikan pembicaraan mengenai tenaga kerja profesional yang dapat dikirim dari Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi lembaga pendidikan NU, termasuk pesantren, untuk menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
“Saya kira PBNU dalam hal ini sebagai ‘bapaknya’ dunia pesantren, pendidikan-pendidikan di bawah NU, ada LP Ma'arif, LPTNU atau kampus-kampus NU, ada RMINU itu juga bisa menyiapkan SDM-SDM yang unggul dan kompeten yang dibutuhkan oleh tenaga kerja profesional di Qatar,” ujar Anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) itu.
Gus Hayid menyampaikan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga NU melalui peningkatan kompetensi yang dapat diserap pasar kerja Qatar.
“RMINU bisa menyiapkan alumni-alumni pesantren dilatih khusus, karena mereka sudah punya attitude, punya bahasa mungkin ya, tinggal dilatih bahasa 'Amiyah mungkin di Qatar. Tinggal dilatih keterampilan khusus yang kualifikasi dibutuhkan oleh Qatar. Apakah di bidang konstruksi misalnya, atau di bidang IT, atau di bidang apa,” ungkapnya.
Menurutnya, alumni pesantren memiliki latar belakang pendidikan dan keterampilan yang beragam, termasuk lulusan SMK dan Madrasah Aliyah (MA) serta mereka yang memiliki keterampilan di sektor peternakan.
Baca Juga
Diaspora Warga NU di Luar Negeri
“Di sana (Qatar) juga membutuhkan tenaga kerja-tenaga kerja yang profesional di sektor-sektor pangan, maupun sektor konstruksi, atau sektor IT,” tandasnya.