Nasional

Pelantikan PBNU 2026-2031 Digelar di Pesantren Al-Hamid pada 24 Oktober

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Pelantikan PBNU 2026-2031 Digelar di Pesantren Al-Hamid pada 24 Oktober

Rapat harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Rabu (14/10/2026) di kantor PBNU Jakarta. (Foto: Dok PBNU)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 dijadwalkan melaksanakan pengukuhan kepengurusan di Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026). Sebelum pengukuhan, jajaran pengurus akan mengikuti rapat koordinasi perdana di Jakarta pada Jumat (23/10/2026).

 

Wakil Ketua Umum PBNU H Saifullah Yusuf mengatakan, persiapan pengukuhan dan rapat koordinasi tersebut tengah dilakukan. Namun, lokasi rapat koordinasi masih dalam tahap pencarian dan kemungkinan akan dilaksanakan di salah satu hotel di Jakarta.

 

“Untuk pelantikan, nanti di tempatnya di (Pesantren) Al-Hamid, di Cilangkap, di Jakarta Timur, di tempat Gus Lukman. Di sana nanti pelantikannya tanggal 24 pagi, hari Sabtu. Sementara rakornya ini lagi kita cari tempatnya masih. Mungkin di salah satu hotel di Jakarta,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya, saat ditemui NU Online seusai Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

 

Ia menjelaskan, rapat koordinasi perdana akan digelar sehari sebelum pengukuhan. Forum tersebut menjadi bagian dari persiapan pengurus untuk menyusun dan menyelaraskan program kerja masing-masing.

 

“Lalu tanggal 23-nya akan ada rakor, Rapat Koordinasi Perdana di Jakarta. Tanggal 24-nya nanti akan ada pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tahun 2026 sampai tahun periode tahun 2026-2031,” ucapnya.

 

Gus Ipul berharap seluruh rangkaian agenda tersebut berjalan lancar. Ia juga menekankan pentingnya kesamaan semangat di antara jajaran pengurus untuk mendukung pimpinan PBNU dalam melaksanakan hasil-hasil Muktamar NU.

 

“Dalam kaitan itu, tentu semua sedang dipersiapkan, mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar. Ini yang, saya kira, menjadi bahasan dalam rapat pertama ini. Kita bersyukur semua pengurus punya semangat yang sama, semangat untuk mendampingi, mendukung, membantu Rais Aam dan Ketua Umum melaksanakan hasil-hasil muktamar,” ungkapnya.

 

Terkait kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pengukuhan tersebut, Gus Ipul mengatakan belum ada pembahasan lebih lanjut.

 

“Belum sampai ke sana, itu nanti semua menunggu arahan dari Rais Aam dan Ketua Umum,” ujarnya.

 

Senada, Katib Aam PBNU Prof Mohammad Nuh menyampaikan bahwa rapat koordinasi pada Jumat (23/10/2026) akan menjadi forum bagi para wakil ketua umum untuk memaparkan program kerja yang telah disiapkan.

 

“Nanti 24 akan dilakukan pengukuhan kepengurusan ini insyaallah di Al Hamid, tapi diawali dulu dari rapat koordinasi ya rakor di Jakarta nanti kita cari tempatnya itu. Jadi Jumat (23 Oktober), rapat koordinasi saja itu. Setiap wakil ketua umum sudah menyiapkan programnya apa saja,” katanya.

 

Selain agenda pengukuhan, perhatian juga tertuju pada rencana pengurus PBNU mengenakan sarung. Menurut Prof Nuh, penggunaan sarung menjadi simbol identitas kesantrian sekaligus bentuk kepedulian terhadap tradisi pesantren.

 

“Menunjukkan kesantrian. Iya. Bagian dari ngeman-ngeman atau ngopen-ngopen tradisilah,” tuturnya.