Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Asing untuk Tangani Karhutla, Teknologi Jadi Prioritas
Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Tangkapan layar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan Info Bencana Terkini, Kamis (22/10/2026)
Jakarta, NU Online
Pemerintah mempertimbangkan dukungan internasional untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Sejumlah negara, di antaranya Jepang dan Singapura, telah menawarkan bantuan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan pemerintah menghargai tawaran bantuan dari berbagai negara.
Baca Juga
Doa-Doa agar Selamat dari Kebakaran
“Kami menghargai, menghormati seluruh tawaran dari berbagai negara yang sudah menyampaikan ke Indonesia sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh pimpinan kita bahwa pemerintah akan inventarisasi jenis bantuan yang diperlukan agar dukungan dari luar negeri benar-benar tepat guna dan tepat sasaran,” ujarnya dalam acara Info Bencana Terkini pada Kamis (22/10/2026), yang digelar secara daring.
Berton mengatakan, bantuan internasional akan lebih diarahkan pada pengadaan peralatan dan teknologi yang belum dimiliki Indonesia.
“Kebutuhan bantuan dari luar negeri lebih diarahkan pada pengadaan alat dan teknologi yang belum dimiliki oleh Indonesia saat ini,” katanya.
Di tengah penanganan karhutla, BNPB juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap. Warga diminta menggunakan masker minimal berstandar N95 atau KN95 ketika asap mulai memasuki kawasan permukiman, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“Gunakan masker minimum N95 atau KN95 jika asap mulai masuk ke area pemukiman, terutama ketika saudara atau warga ada melakukan aktivitas di luar rumah,” ujar Berton.
Selain melindungi saluran pernapasan, Berton meminta masyarakat menyiapkan tas siaga bencana untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi. Dokumen penting, seperti ijazah dan surat berharga lainnya, perlu disimpan di satu tempat agar mudah dibawa saat keadaan darurat.
Baca Juga
1.191 Hektare Lahan Masih Terbakar
“Dokumen-dokumen penting seperti ijazah atau dokumen-dokumen surat-surat berharga lainnya perlu ditaruh di satu tempat sehingga ini ketika terjadi sesuatu bisa kita angkat dengan mudah,” katanya.
Ia menambahkan, tas siaga bencana juga perlu berisi air minum dan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama dua hingga tiga hari.
“Tentu tas siaga ini juga dapat berisi air minum dengan makanan mungkin dua sampai tiga hari sehingga dapat nanti memudahkan kita ketika ada sesuatu yang terjadi,” ujarnya.
Berton menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. “Penanganan karhutla tentu membutuhkan sinergi dari seluruh pihak,” pungkasnya.