Nasional

Puncak Resepsi Hari Santri 2026 di Gedung HBNO Dirangkai Mujahadah untuk Palestina

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Puncak Resepsi Hari Santri 2026 di Gedung HBNO Dirangkai Mujahadah untuk Palestina

Gedung Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) menjadi lokasi resepsi Hari Santri 2026 yang dirangkai dengan Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina, Kamis (22/10/2026) malam. (Foto: NU Online/Hisam Malik)

Surabaya, NU Online

Gedung Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) menjadi lokasi resepsi Hari Santri 2026 yang dirangkai dengan Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina, Kamis (22/10/2026) malam. Gedung yang terletak di Jalan Bubutan VI/2, Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya, tersebut merupakan kantor pertama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).


Gedung bersejarah yang kini menjadi Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya itu memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan NU dan perjuangan bangsa Indonesia. Lokasi tersebut juga dikenal memiliki kaitan sejarah dengan perumusan Resolusi Jihad pada Oktober 1945.


Di depan gedung terdapat monumen Resolusi Jihad yang berkaitan dengan seruan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena nilai historis tersebut, Gedung HBNO kembali dipilih sebagai lokasi rangkaian kegiatan Hari Santri yang diselenggarakan PBNU.


Ketua PCNU Kota Surabaya H Masduki Thoha mengatakan, persiapan kegiatan telah dilakukan sejak jauh hari. Ia memastikan gedung tersebut siap digunakan untuk resepsi Hari Santri dan mujahadah bagi Palestina.


“Insyaallah, Gedung HBNO sudah siap digelar Resepsi Hari Santri dan Mujahadah untuk Palestina,” tegasnya.


Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir Gedung HBNO atau Kantor PCNU Kota Surabaya kerap menjadi tempat penyelenggaraan rangkaian Hari Santri oleh PBNU. Pemilihan lokasi tersebut tidak lepas dari nilai sejarahnya dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.


“Tempat ini sangat bersejarah, makanya berkali-kali PBNU menyelenggarakan rangkaian acara Hari Santri di Gedung HBNO,” terangnya.


Komitmen NU untuk Palestina

Selain memperingati Hari Santri, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PBNU dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui solidaritas kemanusiaan.


Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan, perhatian Nahdlatul Ulama terhadap Palestina memiliki akar sejarah panjang yang diwariskan para pendiri NU.


Ia mengingatkan bahwa dukungan terhadap rakyat Palestina telah disuarakan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sejak sebelum Indonesia merdeka. Komitmen tersebut terus dirawat hingga sekarang, antara lain melalui pembacaan Qunut Nazilah di Pesantren Tebuireng.


“Ini perjalanan dan hubungan yang sangat panjang antara Indonesia dengan Palestina,” kata Gus Kikin, Sabtu (3/10/2026).


PBNU menjadikan solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina sebagai salah satu agenda dalam rangkaian Hari Santri 2026. Seluruh jenjang kepengurusan NU diminta menyelenggarakan Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina melalui berbagai kegiatan, seperti majelis istighotsah, pembacaan shalawat, zikir berjamaah, dan majelis doa lainnya.