Nasional

Rakernas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pesantren untuk Kesejahteraan Umat

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rakernas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pesantren untuk Kesejahteraan Umat

Para tokoh yang hadir pada pembukaan Rakernas dan Expo Inkopontren, Rabu (20/05/2026). (Foto: Sekar)

Jakarta, NU Online 
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Expo Inkopontren 2026 yang digelar Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) di Gedung SME Tower-SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026), menegaskan komitmen pengurus dalam mendorong modernisasi koperasi pesantren.


Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus pemerataan kesejahteraan rakyat melalui penguatan peran pesantren.  


Ketua Umum Inkopontren, H Marsudi Syuhud menekankan bahwa Rakernas merupakan forum monumental untuk merumuskan program-program strategis koperasi pesantren. 


Ia menyampaikan bahwa agenda ini menjadi pijakan penting dalam menyiapkan langkah kerja satu tahun ke depan, sekaligus memastikan program yang sedang berjalan tetap konsisten dan terarah.  


“Sesuatu yang sangat monumental ini adalah Rapat kerja nasional untuk membuat suatu program-program yang ditetapkan untuk satu tahun ke depan untuk mempersiapkan hal-hal satu tahun ke depan, apa-apa yang akan dikerjakan dan apa-apa yang sedang berjalan,” ujarnya. 

 

Marsudi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 42.000 pondok pesantren jika seluruh santri dari jumlah tersebut menjadi pembayar zakat dan pemberi sedekah, maka akan tercipta kontribusi terbesar bagi umat. Hal ini sejalan dengan perintah agama yang menekankan pelaksanaan shalat dan pembayaran zakat. 


“Ada sekitar 42.000 pondok pesantren yang jika 42.000 pesantren Ini santri-santrinya adalah Menjadi pembayar zakat dan memberi sodaqoh yang terbesar itu sesungguhnya tujuan kita” ungkapnya. 


Menurutnya, santri, ustadz, dan para kyai perlu mengubah mentalitas, bukan sekadar menjadi penerima zakat atau pencari sedekah, melainkan menjadi pembayar zakat, infak, sedekah, dan pajak besar sebagai wujud nyata dari perintah aqimis sholat waatuz zakat.  


Ia juga mengatakan, seluruh pihak diajak bersama-sama meniatkan diri untuk meninggalkan legacy bagi generasi penerus. Inkopontren yang berdiri sejak 1998 harus memiliki tinggalan nyata, sehingga kepengurusan tidak berhenti hanya pada periode tertentu, melainkan meninggalkan jejak keberlanjutan untuk masa depan.  


“Mari kita bersama-sama Membuat legacy sebuah tinggalan untuk penerus-penerus kita nanti. Untuk itu, ayo kita niati mempunyai tinggalan inkopontren yang berdiri dari tahun 1998 ini harus mempunyai tinggalan, jangan sampai berani kepengurusan tetap kosong terus dan belum ada tinggalannya,” pungkasnya. 

 

Rakernas dan Expo Inkopontren 2026 turut dihadiri Mustasyar PBNU dan Muassis Inkopontren KH Manarul Hidayat, Wakil Ketua Umum Inkopontren KH Suharisto, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Bambang Haryadi, serta sejumlah tokoh nasional dan pelaku UMKM.

 

Kontributor: Ahmad Syafiq Sidqi