Nasional

Rakor Perdana PBNU Matangkan Pembagian Tugas Pengurus Masa Khidmah 2026-2031

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Rakor Perdana PBNU Matangkan Pembagian Tugas Pengurus Masa Khidmah 2026-2031

Rapat Koordinasi (Rakor) perdana PBNU Masa Khidmah 2026-2031. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat koordinasi (rakor) perdana untuk menyelaraskan pembagian tugas pengurus dan pelaksanaan program strategis hasil Muktamar ke-35 NU. Rakor berlangsung di Hotel Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026), sehari sebelum pengukuhan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).


Rais Syuriyah PBNU H Asrorun Niam Sholeh mengatakan, rakor menjadi forum koordinasi bagi para pengurus sebelum menjalankan amanah muktamar. Program-program strategis yang telah dirumuskan dalam forum tertinggi organisasi tersebut akan menjadi acuan kerja kepengurusan baru.


“Banyak program strategis yang sudah dirumuskan oleh muktamirin melalui forum Muktamar ke-35. Hari ini, sebelum dilaksanakan pengukuhan para pengurus, kami melaksanakan rapat koordinasi untuk membagi tugas dalam menjalankan program-program sesuai dengan amanah muktamar itu,” kata Asrorun Niam.


Menurut dia, pembagian tugas tersebut telah didahului rapat gabungan antara jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Langkah ini dilakukan untuk menempatkan pengurus sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing.


Asrorun Niam mengatakan, dirinya mendapat amanah di bidang kerja sama di bawah koordinasi Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar. Pembagian tugas tersebut diharapkan mempermudah koordinasi sekaligus memperkuat sinergi antara jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah dalam menjalankan program organisasi.


Ia berharap, potensi yang dimiliki setiap pengurus dapat dipadukan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Ini adalah pertemuan awal, saling menguatkan. Potensi besar yang ada harus dipadupadankan sehingga dapat berjalan saling menguatkan,” ujar Asrorun.


Jalankan Dakwah Tanpa Sekat

Sementara itu, salah seorang Ketua PBNU H Miftah Maulana Habiburrahman menyebut rakor sebagai langkah awal bagi para pengurus untuk memahami arah kerja organisasi sebelum resmi dikukuhkan.


Menurut Miftah, para pengurus perlu mendengarkan arahan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU agar pelaksanaan tugas di setiap bidang sejalan dengan kebijakan pimpinan.


“Ini start yang baik. Sebelum besok pagi kita dikukuhkan sebagai pengurus PBNU, tentunya ada banyak hal yang harus dibicarakan,” katanya.


Ia berharap, rakor dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing pengurus. Dengan demikian, para ketua bidang dapat menjalankan program sesuai dengan arahan pimpinan organisasi.


Miftah mengatakan, dirinya bertugas di bidang budaya dan dakwah komunitas. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan dakwah yang terbuka dan menjangkau berbagai kalangan.


“Slogan saya tetap ‘Ngaji Tanpa Sekat, Mengabdi Tanpa Syarat’,” ujarnya.


Rakor tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031. Pengukuhan pengurus dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta.