Nasional

RMI PBNU Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren Putri, Tekankan Pentingnya Peran Ibu Nyai di Pesantren

Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:10 WIB

RMI PBNU Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren Putri, Tekankan Pentingnya Peran Ibu Nyai di Pesantren

Halaqah Pengasuh Pesantren Putri RMI PBNU di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). (Foto:NU Online/Miftakhul Jannah)

Jombang, NU Online

 

Rabithah Ma'haid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar Halaqah Nasional Pengasuh Pesantren Putri di Pondok Pesantren An-Najiyah 1 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Jumat (28/8/2026).

 

Kegiatan yang bertema 'Peran Bu Nyai dalam Mewujudkan Pesantren Aman' ini merupakan salah satu dari rangkaian Pesantren Fest RMI PBNU.

 

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Jajaran Pengurus RMI PBNU, serta Ibu Nyai Pengasuh Pondok se-Indonesia.

 

Ketua Panitia Halaqah Nyai Royanach Ahal menuturkan bahwa halaqah ini diselenggarakan sebagai wadah silaturrahmi sekaligus saling berbagi ilmu, pemikiran, dan pengalaman antarpara ibu nyai pengasuh pesantren.

 

"Forum ini merupakan ruang muhasabah, bertukar pengalaman, menyatukan langkah, sekaligus ruang ikhtiar untuk menata sistem kepengasuhan pesantren agar semakin aman, maslahat, bermartabat, dan sesuai dengan nilai-nilai luhur pesantren An-Nahdliyah," ujarnya.

 

Nyai Royanach Ahal menyebutkan bahwa tantangan dan realitas yang dihadapi pondok pesantren, khususnya pesantren putri saat ini adalah berkaitan dengan akhlak dan moralitas.

 

Pesantren dituntut untuk mampu mencetak santri yang tidak hanya berilmu tetapi juga berakhlaqul karimah dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai kepesantrenan di kehidupan sehari-hari.

 

"Sebagai pengasuh putri, kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Santri itu bukan hanya dididik untuk dititipkan belajar agama saja. Tapi mereka adalah amanah. Mereka adalah generasi penerus masa depan bangsa," katanya.

 

Untuk itu, lanjutnya, melalui penguatan kepengasuhan santri putri, diharapkan menjadi dasar agar pondok pesantren dapat berkembang baik secara kuantitas dan kualitas.

 

"Kita tidak ingin membangun pesantren yang hanya dikenal karena besarnya saja atau karena banyaknya santrinya saja, tapi kita ingin membangun pesantren yang besar ilmunya, luhur akhlaknya, kuat sanadnya, sehat sistemnya, dan aman bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.

 

Kontributor: Miftakhul Jannah