Sahur Bersama di Yogyakarta, Nyai Sinta Tegaskan Pentingnya Kejujuran
Selasa, 3 Maret 2026 | 17:05 WIB
Sahur bersama Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (3/3/2026). (Foto: dok. Gusdurian Jogja)
Yogyakarta, NU Online
Ibu Negara Ke-4 Republik Indonesia (RI) Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menekankan pentingnya kejujuran. Menurutnya, kejujuran fondasi utama dalam kehidupan pribadi maupun berbangsa.
Hal itu diungkap Nyai Sinta dalam acara Sahur Bersama di Masjid UIN Sunan Kalijaga, pada Selasa (3/3/2026) dini hari.
Acara sahur bersama dengan tema Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi ini dihadiri 1.000 peserta lebih yang berasal dari berbagai kalangan.
Kegiatan sahur bersama ini berlangsung khidmat dan penuh makna. Selama hampir dua dekade, Nyai Sinta konsisten menyelenggarakan sahur keliling dari kota ke kota. Tradisi ini ia jalankan sebagai ruang berbagi pengalaman sekaligus merawat kebersamaan, terutama bersama kelompok-kelompok minoritas dan marjinal, termasuk di Yogyakarta.
Acara tersebut dihadiri beragam elemen masyarakat. Di antaranya komunitas ojek online, paguyuban becak Yogyakarta, tokoh lintas iman, komunitas difabel, serta organisasi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan lintas agama, suku, dan profesi yang selama ini menjadi ciri khas sahur bersama Nyai Sinta.
Dalam sesi dialog, Nyai Sinta menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki akar sejarah panjang sejak masa kepemimpinan Gus Dur.
“Sahur bersama ini adalah bagian penting dari perjalanan hidup saya yang dimulai sejak masa Gus Dur menjadi Presiden. Kegiatan ini lebih dari sekadar seremonial, ini adalah wujud dari komitmen untuk terus merawat kebersamaan dan semangat toleransi di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sahur bersama kelompok-kelompok marjinal merupakan cara untuk mengingatkan pentingnya berbagi serta menghapus sekat-sekat sosial di tengah masyarakat.
Mengawali pidatonya, Nyai Sinta mengajak para peserta untuk menjawab sebuah pertanyaan dengan jujur.
“Siapa yang jujur?” tanyanya kepada hadirin.
Dari pertanyaan sederhana itu, ia kemudian menegaskan bahwa kejujuran adalah dasar dari segala kesejahteraan. Nilai tersebut, menurutnya, harus dipegang teguh, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam relasi sosial antarsesama.
“Kejujuran adalah kunci untuk mencapai kedamaian dan keharmonisan, bukan hanya dalam keluarga atau lingkungan sekitar, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Nyai Sinta.
Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menegakkan nilai kejujuran dalam setiap langkah kehidupan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi Hasan bersama jajaran pimpinan universitas, yakni Prof Mohammad Sodik dan Prof Abdur Rozaki.
Prof Noorhaidi menyampaikan bahwa sahur bersama Nyai Sinta Nuriyah ini menjadi kesempatan untuk mengukuhkan nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan toleransi di tengah masyarakat yang semakin beragam.
“Kita perlu merayakan kebersamaan ini, karena dari sinilah kita belajar untuk lebih memahami satu sama lain serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Acara ini juga hadiri Koordinator Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian Jay Akhmad beserta para penggerak Gusdurian lainnya. Rangkaian acara ditutup dengan menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” dan “Bagimu Negeri” secara khidmat.
Kontributor: Desy Anggraini