Sumpah Pemuda 2026, Komnas Perempuan Desak Ruang Aman bagi Anak Muda untuk Bersuara
Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:30 WIB
Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor dalam acara Refleksi Kongres Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Dok Komnas Perempuan)
Jakarta, NU Online
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendesak tersedianya ruang aman bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, mengkritisi kebijakan publik, dan terlibat dalam pengambilan keputusan. Ruang partisipasi yang setara diperlukan agar perempuan muda dan kelompok yang selama ini terpinggirkan dapat turut menentukan masa depan bangsa.
Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor mengatakan generasi muda perlu memperoleh kesempatan untuk berorganisasi dan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi tanpa diskriminasi maupun kekerasan.
“Saat ini kita harus terus bertanya bagaimana negara menjaga kedaulatan bangsa atas tanah, air dan bahasa Nusantara. Saat tanah, air dan bahasa terenggut kedaulatannya, perempuanlah pihak yang paling rentan menghadapi krisis karena tanah, air sebagai sumber penghidupan direnggut, direbut, dirusak serta dikuasai untuk kepentingan segelintir kelompok atas nama pembangunan,” ujarnya dalam acara Refleksi Kongres Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Senada, Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui keberanian melawan ketidakadilan dan menjaga keberagaman.
“Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa Indonesia dibangun melalui keberanian untuk melawan ketidakadilan dan kesediaan untuk berjalan bersama dalam keberagaman. Generasi muda hari ini memiliki panggilan sejarah untuk memastikan negara tidak justru menjadi pelaku diskriminasi, melainkan pelindung hak dan martabat seluruh warga negara,” ujarnya.
Pada peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda, Komnas Perempuan mengajak perwakilan anak muda merefleksikan dan menyuarakan kedaulatan tanah, air, serta bahasa Nusantara yang menghadapi krisis ekologis dan keseimbangan alam yang memicu berbagai bencana hidrometeorologi melalui Sayembara Duta Bhinneka. Program ini mengajak anak muda terlibat dalam Kampanye Bhinneka untuk merayakan keberagaman melalui filosofi tanah, air, dan bahasa Nusantara.
“Para peserta terpilih mengikuti bootcamp untuk mempelajari strategi kampanye sekaligus memperdalam pemahaman tentang kesetaraan gender, keberagaman, dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Melalui kegiatan ini, Komnas Perempuan mendorong generasi muda tidak hanya merayakan keberagaman, tetapi juga mengambil peran aktif dalam membangun ruang yang inklusif, setara, dan bebas dari kekerasan,” kata Daden.