Waketum PBNU Sambut Baik NU Online Raih AMSI Awards 2026, Dorong Terus Dekat dengan Generasi Muda
Selasa, 3 November 2026 | 17:45 WIB
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid. (Foto: NU Online/Suwitno)
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid menyambut baik capaian NU Online yang kembali meraih penghargaan dalam ajang Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Awards 2026 setelah pada 2025 juga meraih penghargaan serupa dengan beda kategori inovasi.
Menurutnya, inovasi digital yang dikembangkan NU Online menjadi salah satu upaya penting untuk memperluas jangkauan dakwah Islam, khususnya kepada generasi muda.
Pada AMSI Awards 2026, NU Online meraih penghargaan kategori Inovasi Strategi dan Pertumbuhan Engagement Terbaik. Capaian ini melanjutkan prestasi pada 2025, ketika NU Online meraih penghargaan kategori Inovasi Produk dan Teknologi Terbaik.
Gus Ipang menilai perkembangan NU Online sebagai media Islam tidak hanya terlihat dari produk jurnalistik, tetapi juga dari pengembangan berbagai layanan keagamaan digital. Layanan tersebut meliputi aplikasi Super App NU Online dengan beragam fitur, web Al-Qur’an, web Hadits, hingga layanan filantropi Islam.
“Menurut saya (NU Online) luar biasa. Saya juga tahu bahwa NU Online ini termasuk yang terbaik untuk kategori media keislaman. Kita juga tahu bahwa NU Online sudah punya Super App, punya layanan Al-Qur’an digital, punya situs web, dan media sosial,” ujarnya saat ditemui NU Online di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Ia mengaku menjadi salah satu pengguna aplikasi NU Online setelah sebelumnya menggunakan aplikasi lain. Menurutnya, sejumlah fitur yang tersedia memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas keagamaan, termasuk menentukan arah kiblat.
“Saya sendiri juga termasuk pengguna. Tadinya saya pakai aplikasi yang lain. Begitu tahu manfaatnya dari NU Online, saya pindah dan memakai aplikasi itu. Menentukan kiblatnya lebih gampang, bisa dari foto langsung. Jadi, memang banyak terobosan di NU Online yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Bukan hanya bagi jamaah Nahdlatul Ulama, tetapi juga untuk semuanya,” tuturnya.
Gus Ipang juga menyampaikan apresiasi kepada para pembaca dan pengguna yang telah berkontribusi terhadap perkembangan NU Online, baik melalui gagasan maupun dukungan donasi.
“Jadi, apresiasi terhadap para pembaca yang sudah mengontribusikan baik pikirannya maupun donasinya. Itu saya sangat menghargai sekali,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembaruan strategi dakwah digital agar semakin relevan dengan perkembangan generasi muda.
Menurutnya, besarnya proporsi Generasi Z dan generasi milenial dalam komposisi penduduk Indonesia menjadi alasan bagi NU Online untuk memperkuat pendekatan yang lebih segar dan baru.
Gus Ipang berharap nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU tidak hanya disampaikan sebagai pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Pesantren dan kalangan santri, lanjutnya, juga perlu terhubung dengan perkembangan dunia digital.
“Jangan terbuai dengan apa yang sudah dicapai. Tantangan ke depan ada di depan kita. Nah, bagaimana caranya menghadirkan sesuatu yang relevan dengan generasi anak muda dan menjadikannya bermanfaat? Patokannya apa? Patokannya adalah dampak, seberapa berdampak konten-konten yang kita hasilkan,” pungkasnya.