Solo, NU Online
Ahli Falak yang tergabung dalam Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan rapat pleno penyerasian hisab dengan mengambil tema “Meningkatkan Khidmah untuk Umat dan Bangsa melalui Karya Falakiyah yang Berkualitas dan Mengakui Perbedaan” di hotel Baron Indah Kota Bengawan atau Solo, Jumat-Ahad (24-26/2).
Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih, SH kepada NU Online menjelaskan, kegiatan ini merupakan acara rutin untuk membicarakan hitungan hisab para hasib (ahli hisab) NU.
<>
“Dalam rangka mewujudkan rukyat berkualitas, maka perlu didukung dengan metode hisab yang tingkat akurasinya tinggi. Untuk itu, Lajnah Falakiyah PBNU selenggarakan rapat pleno,” katanya.
Hasil dari penyerasian hisab NU, nantinya dijadikan pijakan untuk kalender tahun 2013. “Hasilnya nanti ada di kalender NU tahun 2013,” tandas Nahari.
KH A Ghazalie Masroeri, ketua Lajnah Falakiyah PBNU, dalam penjelasannya mengenai penentuan awal bulan Qomariyah dalam perspektif NU terdapat lebih dari 20 manhaj (metode) hisab yang berkembang di Indonesia. Diantaranya metode hisab karya warga NU yang mempunyai nilai tahqiqi/taqdidi/’ashri, yaitu al-Khulashatul Wafiyah, dengan dilengkapi logaritma karya KH Zubair Umar. Ad-Duruusul Falakiyah, karya KH Ma’sum Ali. Badiiatul Mitsal, karya KH Ma’sum Ali. Irsyadul Muriid, karya KH Ghozali Muhammad. Nurul Anwar, karya KH Noor Ahmad SS. Al-Mawaaqiit, karya Dr Eng H Hafid dan Hisab Rukyat dalam Teori dan Praktek, karya H Muhyiddin Khazin, MSi.
Sedangkan ahli falak yang hadir di Solo itu berasal dari perwakilan daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogjakarta, dan Jawa Timur, mereka diantaranya KH A Ghazali Masroeri, KH Noor Ahmad SS, KH Slamet Hambali, KH Taufiqurrahman, KH Syakur Hudlori, KH Imron Isma'iel Ahmad, KH Salam Nawawi, KH Muhyiddin, KH Sirril Wafa.
Selain itu KH AIzzuddin, Dr Ing Hafidz, Dr Jamhur Effendi, Hendro Setyanto, Msi, H Nahari Muslih, KH Saiful Mujab, Muhammad Munawwir, Muhyiddin Hasan Bashri, H Abdul Ba'its, Abdul Basith, Sholeh Muhammad, Husnul Adib, Maryani Abdul Muiz, Noval Adwan, Faidlul Falah, Ismail, Irfan dan Wahyu.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Cecep Choirul Sholeh