Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC.GP) Ansor NU Jember menyatakan akan terus menjalin kerjasama dengan Pemkab Jember dalam berbagai program kerakyatan.
Menurut Ketua Ansor Jember Babun Suharto, kerjasama tersebut akan terus diupayakan, terutama yang terkait dengan pemberdayakan ekonomi masyarakat. Program tersebut, katanya, menjadi priortias bagi Ansor dalam rancangan aksi tahun 2011. “Itu prioritas kami, dan kami akan selalu bersinergi dengan Pemkab,” tukas Babun dalam sebuah acara di kantor NU, Jum’at (26/11).
/>
Babun menambahkan, Ansor NU menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi umat. Sebab, sejauh ini masih cukup banyak masyarakat yang hidup dalam keprihatinan, khususnya dari sisi ekonomi. Sehingga perlu aksi nyata dari semua pihak untuk mengentas mereka dari jurang ketidak berdayaan,” ungkapnya.
Program yang kemungkinan besar akan digarap bersama Pemkab Jember, menurut Babun, adalah meneruskan penanaman sejuta pohon di stren kali Mayang. Diakui Babun, penamanam pohon itu memng tidak secara langsung mendatangkan penghasilan bagi masyarakat sekitar, tapi dalam jangka panjang akan sangat menguntungkan bagi masyarakat.
“Ya, bagaimana ekonomi masyarakat mau diberdayakan kalau misalnya banjir terus menghantam,” ujarnya dipolmatis. Sekedar diketahui, beberapa waktu lalu, Ansor Jember bekerjasama dengan Pemkab Jember menggelar aksi penaman pohon di sejumlah stren kali yang rawan banjir.
Program tersebut, ternyata diamini oleh PCNU Jember. Menurut Wakil Ketua PCNU Jember, H. Sofyan Tsauri, pemberdayaan masyarakat memang seharusnya menjadi program prioritas Ansor. Apalagi, katanya, kalau bicara masyarakat, maka jelas arahnya adalah warga nahdliyyin. Sebab, 90 persen penduduk Jember adalah warga nahdliyyin.”Saya kira itu (program Ansor) patut kita dukung,”
Pemkab Butuh Ormas
Dalam kesempatan berbeda,Kabag Kesra Pemkab Jember, Drs Farouq menyatakan Pemkab Jember, menaruh perhatian besar terhadap kebedaraan ormas. Sebab, ormas tidak kecil perannya dalam turut memberi pencerahan bagi masyarakat, terutama terkait dengan kehidupan beragama dan berdemokrasi. “Kami sangat membutuhkan ormas-ormas itu untuk penyeimbang,” jelas Farouq di kantornya Jum'at (26/11).
Menurut Farouq, Jember yang cukup luas dengan populasi penduduk yang mencapai 2 juta jiwa lebih, tidak bisa hanya diurus oleh sekelompok orang. Karena itu, katanya, keberadaaan ormas dan pesantren sungguh sangt membantu tugas-tugas Pemkab, terutama terkait dengan stabilisasi kehidupan keagamaan mayarakat.
“Itu penting, apalagi Jember sudah melebelkan diri sebagai kota relijius,” ungkapnya.
Terkait dengan itu, jelas Farouq, Pemkab Jember tetap konsisten untuk memberi bantuan bagi sejumlah ormas, seperti NU dan Muhammadiyah. Setiap tahun kedua organinasi itu mendapat alokasi dana dari Pemkab dengan jumlah yang bervariasi sesuai kekuatan APBD
“Untuk tahun ini belum bisa dicairkan, tapi sudah kami ajukan dan masih diproses. “Tidak hanya punya NU yang belum cair, dana untuk Muhammadiyah dan masjid al-Baitul Amin, juga belum cair. Tunggu saja,” urainya (ary).