Berangkat dari semangat berkhidmah pada jam'iyyah yang amat dicintai oleh warganya, Panitia Pembangunan Kantor PCNU Kab. Wonogiri melakukan terobosan dengan menitipkan kotak kecil yang terbuat dari kayu dan kaleng-kaleng susu formula bekas sebagai “celengan” kepada sebagian warga NU untuk kotak jariyah di masing-masing rumah mereka.
Pada beberapa bulan kemudian kotak tersebut dihimpun kembali oleh petugas khusus untuk dihitung perolehannya dan dicatat dalam buku jariyah warga NU, untuk kemudian diserahkan kepada panitia dalam membantu menyelesaikan program tersebut.<>
"Model penggalangan dana seperti ini dilakukan, untuk memberi kesempatan kepada seluruh warga NU dari berbagai strata ekonomi dan memotivasi mereka dalam ber-ta'awun menyelesaikan program besar tersebut, yakni membangun kantor PCNU," kata Katib Syuriah PCNU, K Saifuddin Arifin baru-baru ini.
Ia menjelaskan pembangunan kantor PCNU tergolong besar karena bangunan fisiknya saja mencapai 400 meter persegi lebih, terdiri dari dua lantai dan akan menghabiskan biaya 750 juta rupiah atau bahkan lebih, sementara kondisi perekonomian warga NU di kabupaten Wonogiri ini belum sejahtera seperti kondisi warga NU di daerah lain.
Selain model "titip celengan" Pengurus Cabang juga telah mengambil langkah-langkah strategis lainnya yang lebih terencana. Bukan hanya menggerakkan peran serta warga dalam menyelesaikan pembangunan Kantor PCNU saja, tapi juga usaha-usaha pemberdayaan ekonomi warga melalui pembentukan KUB yang sudah dilakukan oleh LPPNU (Lembaga Pemberdayaan Pertanian NU). Lembaga ini yang mendapat kepercayaan dari PCNU untuk melakukan pendampingan kepada Kelompok-kelompok Usaha Bersama dibidang pertanian dan peternakan.
Usaha-usaha itu terwujud setelah pada Juni 2010 yang lalu berhasil menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta dan Koperasi Puspita Sari Klaten yang penandatanganan MoU-nya bertempat di Pesantren Manba'ul Hikmah Selogiri Wonogiri, pesantren yang diasuh oleh KH Abdul Aziez Mahfuf, Rais Syuriah PCNU setempat.
"Kerja keras segenap warga NU di daerah ini harus diapresiasi oleh PW dan PBNU, baik dalam bentuk diklat maupun bantuan permodalan agar usaha mereka dapat berkembang lebih baik lagi dan berdaya guna, khususnya bagi warga dan masyarkat pada umumnya," tutur Kiai Aziez Mahfuf yang juga ketua MUI Wonogiri. (arm)