Warta

Banser Satu Hati Hijaukan Wonosobo

Senin, 20 Februari 2012 | 12:41 WIB

Wonosobo, NU Online
Ratusan Barisan Ansor  Serba Guna  (Banser) X-23 Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan gerakan satu hati hijaukan Wonosobo. Gerakan menanam ini dimulai  pukul 08.30 WIB, penanaman difokuskan untuk jalan Bojong Kecamatan Kepil sampai perbatasan Kecamatan Kalibawang. Jumlah pohon akasia dan jati putih yang akan ditanam adalah 20 ribu.

Acara ini juga di ikuti IPNU-IPPNU PAC Kepil, Anggota Kodim, pejabat dari pemerintah Kecamatan (Muspika) Kepil, Jajaran pengurus Unit Pengelolaan Kecamatan (UPK) PNPM dan Unsur Pramuka dari seluruh SMP/Mts, SMA,SMK Se-kecamatan Kepil. Serta dihadiri oleh Ketua Cabang GP Ansor kabuapten Wonosobo, Senin (20/2).
<>
Komandan Satuan koordinasi rayon (Dansatkoryon) Banser X-23.E  Subur mengungkapkan, Kecamatan Kepil merupakan daerah yang rawan bencana, dikarenakan mempunyai kondisi geografi yang berbukit-bukit. sehinggga rentan terhadap bencana tanah longsor. Khususnya daerah sepanjang jalan yang menghubungkan  antara Kecamatan Kepil dan Kalibawang, yakni jalan Bojong-Gondowulan.

“Mengingat  tahun 2010 kemarin wilayah Dusun Gawis Desa Gondowulan Kecamatan Kepil ini megalami bencana tanah longsor yang menelan 2 korban jiwa. Membuat Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda  (GP) Ansor beserta ratusan Banser mengadakan gerakan satu hati hijaukan Wonosobo. Keyakinan kami jika tidak ada yang memiliki kepedulian untuk menjaga dan  merawat lingkungan hidup, 10-20 tahun lagi wilayah ini akan tebenam longsor,” ungkapnya kepada Wonosobo ekspres.

Menurutnya, 20 ribu bibit akasia dan jati putih yang sedang ditanam ini nantinya akan menjadi penyeimbangan ekosistem hayati yang sebagian besar sudah mulai rapuh. “Gerakan penanaman ini akan menjadi program GP Ansor ke depan untuk selalu mencintai lingkungan hidup. Mari kita ciptakan kecamatan kepil yang bebas bencana dengan memulai menanam pohon,” jelasnya.

Ketua Pimpinan Anak cabang GP Ansor kecamatan Kepil Edi Rohani menambahkan, kelestarian lingkungan hidup di Kecamatan Kepil menjadi tanggung jawab semua elemen, baik dari pihak Muspika kecamatan maupun semua warga masyarakat. Karena jika kesadaran itu belum tertanam dalam relung-relung jiwa masyarakat, sudah pasti nanti program ini tidak membuahkan hasil telah diharapkan bersama.

“Kami mencanangkan gerakan satu hati hijaukan Wonosobo di Kecamatan Kepil, karena memang kecamatan tersebut mempunyai kondisi geografis yang rentan terhadapa bencana sehingga kami ingin menyadarkan pola pikir masyarakat supaya mengerti pentingnya menjaga lingkungan hidup dengan gerakan menanam pohon,” tambahnya.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Abe Bekti


Terkait