Warta

Festival Madin Blora Mundur Satu Pekan

Jumat, 16 Maret 2012 | 02:43 WIB

Blora, NU Online
Festival Madrasah Diniyah (Madin) se-Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang sedianya dilaksanakan pada 17-18 Maret 2012 dipastikan ditunda. Festival yang akan dibuka Bupati Blora, H Djoko Nugroho itu baru akan dilaksanakan 24-25 Maret.
 
Ketua Forum Kerjasama Madrasah Diniyah (FKMD) Blora, Ahmad Zaini mengatakan, salah satu pertimbangan penundaan festival madin tersebut karena ada beberapa persiapan yang belum final.
 <>
”Insya Allah, dengan penundaan satu pekan, pelaksanaan festival madin akan lancar dan sukses,” ujar Zaini, yang juga mahasiswa pascasarjana Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) Surakarta. 

Menurutnya, setidaknya ada tujuh cabang seni yang akan dilombakan dalam Festival Madin tersebut. Festival yang melibatkan lebih dar 370 madrasah diniyah (Madin) itu akan dilangsungkan di kampus STAI Khozinatul Ulum, Jalan Mr Iskandar Blora.
 
Tujung cabang seni yang akan dilombakan masing-masing hafalan juz amma putra putri, hafalan nadhom kitab aqidatul awam putra-putri dan MTQ putra-putri. Selain itu, seni kaligrafi putra-putri, pidato bahasa arab putra-putri, pidato bahasa Indonesia putr-putri, dan qiroatul kitab Safinatun Najah putra-putri.

Dikatakan, dari 16 kecamatan yang ada di daerah penghasil minyak tersebut, masing-masing nantinya akan mengirimkan 14 perwakilan. Sedangkan usia dibatasi maksimal usia 13 tahun.

Menurutnya, festival tersebut bertujuan untuk membantu menanamkan kecintaan pada ajaran agama pada anak didiknya. Selain itu, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan jalinan silaturrahmi sesama keluarga besar Madin yang ada di Kabupaten Blora. Selain itu, melalui kegiatan tersebut pengelola dan santri dapat makin termotivasi untuk mendalami kitab kuning dan sejumlah seni keagamaan.

Di sela-sela festival juga akan digelar workshop yang akan membahas tentang keberadaan madin. Workshop akan melibat berbagai tokoh pendidikan, kiai, birokrat, politisi dan tokoh masyarakat.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Sholihin Hasan


Terkait