Warta

Habib Lutfi : Mudah, Mengancurkan Umat Islam

Rabu, 29 Februari 2012 | 11:37 WIB

Tegal, NU Online
Jika ingin menghancurkan umat Islam caranya sangat mudah, tinggal jauhkan umat dari nabinya. Kalau umat semakin kuat maka kecintaan terhadap nabinya juga semakain kuat. Begitu juga kalau cinta terhadap tanah airnya kuat maka cinta terhadap bangsa dan negaranya juga kuat, tetapi sebaliknya jika ingin mengahancurkan negara tinggal menjauhkan tinggalkan jauhkan kepercayaan terhadap bangsanya sendiri.
<>
Demikian disampaikan Ketua Umum Jamiyyah Ahlut Thoriqoh al Mu’tabarah an Nahdliyah Habib Muhammad Lutfi Bin Ali bin Yahya saat mengahdiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan oleh Majelis Sholawat Kebasen Kecamatan Talang di halaman Masjid Baitus Sholihin. Jum’at (24/2).
 
Habib Lutfi juga menerangkan tentang nabi Muhammad merupakan manusia tetapi bukan manusia biasa, karena dari segi nasab dan perilaku hidupnya juga menunjukan keluarbiasaan. “Kalau nabi Muhammad itu orang biasa maka kita ini apa? Masa tauladan dan mengikutinya sama,“ tukasnya.

Dikatakan habib Lutfi, sekarang ini banyak orang yang mengatakan memperingati maulid nabi itu syirik tidak ada sumber hukumnya padahal al Qur’an juga menyebutkan Maulid Nabi Musa dan Nabi Yahya. “Apakah itu buka maulid? “ tanya Habib Lutfi.

Ia mengatakan, kalau tidak tahu esensi maulid maka sudah pasti akan jauh dari Nabinya, maka kalau tidak ada peringatan maulid kapan kita akan tahu kapan sejarah kelahiran nabi  “Sekarang ini banyak orang yang melupakan sejarah, situs-situs sejarah oarang-orang di luar Islam dijaga dengan baik, maka umat Islam juga harus bisa menjaga situs sejarahnya. Umat jangan sampai meninggalkan sejarah karena sejarah penting,“ imbaunya.
 
Habib Lutfi juga menambahkan NU merupakan tempat berkumpulnya anak keturunan nabi jadi ini sudah benar, maka ikutilah NU dengan baik. “Kali ini kita harus belajar banyak dari peristiwa maulid nabi. NKRI juga dengan baik,“  harapnya. 

Sebelum menyampaikan doa penutup beliau juga mengumandangkan sholawat yang diikuti ribuan jamaah.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Abdul Muiz
       


Terkait