Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengungkapkan bahwa resolusi yang dikeluarkan oleh PBB sudah bagus, namun demikian hal tersebut tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang ada di Timur Tengah secara tuntas karena Isreal berdasarkan pengalaman yang lalu sering melanggar resolusi yang dikeluarkan PBB.
“Kalau Israel yang melanggar resolusi, tak akan diapa-apakan, tapi begitu Iran atau Irak yang melanggarnya, Amerika langsung bertindak. Apa yang sedang terjadi sebenarnya?” tandasnya sesaat setelah menjadi pembicara dalam World Peace Forum di Jakarta.
<>Sejauh ini komitmen Isreal untuk sepenuhnya mematuhi sepenuhnya resolusi PBB No 1701 masih dipertanyakan. Meskipun sudah menarik pasukannya dari Lebanon, negara zionis tersebut masih melakukan blokode terhadap Lebanon sehingga menyulitkan warga sipil yang ingin kembali ke rumahnya.
Persatuan diantara negara Timur Tengah merupakan solusi bagi perdamaian karena hal tersebut bisa memberi tekanan kepada Israel. “Sekarang ini apa yang dilakukan oleh Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar dan lainnya. Yang bergerak malah hanya beberapa negara kecil yang memiliki nasionalisme tinggi seperti Iran dan Syuriah,” paparnya.
Sebelumnya kepada NU Online Hasyim mengingatkan agar mengkritisi sikap AS yang sering mengaku menjadi pioner penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), menjadi polisi dunia bahkan memelopori pemberantasan terorisme internasional. Namun pada pada saat yang sama AS justru mengabaikan HAM.
“Komitmen AS untuk menegakkan HAM perlu dipertanyakan. Mengapa AS selalu berpihak kepada Israel yang jelas-jelas membumihanguskan rakyat Lebanon dan Palestina,” kata Hasyim.
Dikatakannya bahwa saat bertemu dengan Presiden Amerika Goerge W. Bush di Bali dua tahun yang lalu, ia memberi pesan bahwa jika konflik di Timur Tengah selesai, maka separuh masalah dunia dapat diselesaikan sedangkan separuh lainnya hanya merupakan masalah lokal.
Konflik yang terjadi di Timur Tengah tersebut memiliki dimensi internasional, bahkan pengaruhnya sampai ke Indonesia. Saat Israel menyerang Lebanon, Indonesia juga terkena imbasnya dengan maraknya berbagai macam demo sampai dengan rencana pemberangkatan relawan jihad oleh beberapa ormas. (mkf)