Sukoharjo, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo, M Nagib Sutarno, menghimbau kepada pengurus MWC, Laznah, Lembaga, Banom dan Majelis Pengajian, Majelis Yasinan, Majelis Khotmil Qur’an, Majelis Dzikir serta komunitas warga NU untuk memasang papan nama.
Pemasangan papan nama indentitas, kata Sutarno dianggap penting untuk meminimalisir masuknya kelompok salafi di kalangan nahdliyin. “Kita perlu belajar dari kasus Kudus dan Purworejo, mereka (wahabi, salafi dan kelompok radikal), masuk ke komunitas nahdliyin gara-gara tak ada indentitas,” tegas Sutarno dalam acara evaluasi PCNU, baru-baru ini di Masjid Al-Ikhlas Sukoharjo.<>
Dikatakan, tokoh NU di Sukoharjo mulai tingkat Rukun Tetangga, Rukun Warga bahkan Desa, mayoritas mengelola majelis pengajian, dzikir, yasinan dan khotmil qur’an. Namun sayangnya, kata Sutarno, majelis-majelis itu belum ada papan nama atau indentitas.
“Kami berharap kepada jamiyah NU, yang mengelola majelis untuk memasang indentitas dengan papan nama,” tegas pengasuh Pesantren Darul Hasan ini.
Kalau sudah ada papan namanya, papar Suratno, kelompok luar pasti segan masuk kekomunitas itu. Walaupun tidak memakai nama NU, tapi masyarakat umum sudah paham, yang biasa dzikir, yasinan, pengajian dan khotmil qur’an adalah nahdliyin.
Pantauan NU.Online di wilayah Sukoharjo, sudah banyak papan nama Majelis Khotmil Qur’an, terutama di Kecamatan Grogol. Kecamatan Grogol, Sukoharjo merupakan tempat penyemaian Islam radikal. Disana ada beberapa pesantren tergolong masih baru yang mengatasnamakan salafi. Bahkan jaringan bisnis kelompok ini, pusatnya ada di Grogol.
Acara evaluasi rutin PCNU Sukoharjo itu, selain melihat perkembangan masing-masing MWC, Laznah, Banom dan Lembaga NU, peserta juga mempelajari hizib buchori, berguna untuk meminimalisir Islam radikal dan sejenisnya.
Tampak hadir dalam acara itu diantaranya, KH Maksum Waladi, Kiai Muhammad Baidlowi, KH Aminudin Ihsan serta ketua-ketua MWC, Banom, Laznah dan Lembaga.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Cecep Choirul Sholeh