Warta

Kampus STAIBN Slawi Gelar Pembekalan Micro Teaching

Ahad, 22 Januari 2012 | 09:56 WIB

Slawi, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara ( STAIBN ) Slawi Tegal Jawa Tengah Sabtu (21/01/2012)  bertempat di Lt.II Kampus Baru STAIBN Jalan Jeruk N0.09 Slawi kabupaten Tegal Jawa Tengah menggelar Pembekalan Micro Teaching.
<>
Juru Bicara Panitia Pembekalan Micro Teaching Hadi Mulyanto. mengatakan penyelenggaraan pembekalan micro teaching ini diperuntukkan untuk mahasiswa jurusan Tarbiyah Program Guru Pendidikan Agama Islam (PG PAI) khususnya mahasiswa semester akhir baik kelas transfer maupun kelas regular. “Pada tanggal 28 Januari-1 Februari 2012 akan dilakukan praktek mengajar secara langsung di laboratorium micro teaching milik kampus STAIBN,” kata Hadi Mulyanto.

Lebih lanjut dijelaskan Hadi, bahwa Pembekalan Micro Teaching ini di ikuti 175 peserta yang mana dari peserta ini ada yang berasal dari luar kota seperti Pemalang, kota Tegal, dan Brebes.

”Semoga dengan adanya pelaksanaan pembekalan micro teaching ini bisa menambah hasanah perbendaharaan keilmuan mahasiswa agar bisa mengaktualisasikan dan mengimplementasikan serta merealisasikan dari teori ke dalam suatu praktek dalam hal ini praktek mulang (mengajar),” tutur Hadi Mulyanto.

Pembicara dalam pembekalan ini adalah Bambang Hermanto. Dalam materinya Bambang menyampaikan  bahwa seorang mahasiswa yang nantinya akan terjun sebagai seorang pendidik harus mengetahui yang namanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

KTSP adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis telah diamanatkan oleh PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) melalui Permendiknas No 22  dan No 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.

“Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. Standar Isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan,adapun SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran,” urai Bambang.

Ketua STAIBN H Badrodin dalam sambutannya yang di sampaikan melalui PK I Saidin. menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa yang hadir karena kegiatan ini merupakan bentuk simulasi pengajaran yang sangat perlu di ketahui seorang mahasiswa calon-calon guru.

Nur Asiyah, salah satu peserta, pembekalan micro teaching mengungkapkan, bahwa ikut pembekalan ini amat sangat berkesan sekali karena dirinya yang setiap hari bekerja jadi guru di SD N 02 Kalijambe Tarub ini menjadi paham tentang RPP/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Lain pula dengan Maeliyah, wanita yang setiap harinya bekerja jadi Guru di SD N 02 Pagerkasih Bumi Jawa Kabupaten Tegal  ini menurutnya ikut pembekalan ini adalah sungguh pengalaman yang berharga sekali karena dirinya tambah tahu bagaimana caranya mengisi dan membuat dari mulai silabus, standar kompetensi, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar hingga penilaian yang sesuai dengan KTSP.


Redaktur: Mukafi Niam


Terkait