Jakarta, NU Online
Menginjak usia yang ke-58, para kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dirasa masih relatif cukup stagnan. Masih banyak dari mereka yang tidak punya target atau kebutuhan untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Demikian direfleksikan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Ahmad Syauqi kepada NU Online, Kamis (23/2). Menurutnya, gejala stagnansi ini diakibatkan oleh isu politik yang terlalu kuat. Sehingga, para kader lebih tertarik terjun di dunia politik dibanding dunia akademik.
<>
Orientasi politik memang menjadi bagian dari sejarah NU khususnya era 1998. Sejak saat itu mayoritas badan otonom NU dari atas sampai bawah mengalami disorientasi. Hal ini berdampak pada stagnasi organisasi.
“Stagnasi ini menyentuh bidang penataan kelembagaan. Program-programnya lebih cenderung mengedepankan eksistensi dari pada target group atau kebutuhan-kebutuhan kelompok sasaran,” katanya.
Syauqi mengakui, tantangan IPNU saat ini adalah pengembangan sumberdaya manusia para kader di luar orientasi politik ini. Para kader diharapkan kembali pada orientasi pendidikan yang menjadi semangat badan otonom NU di bidang kepelajaran ini.
Hari Lahir (Harlah) IPNU jatuh tepat pada 24 Februari. Namun para pengurus berencana akan merayakannya pada awal-awal Maret ini. “Kami sudah berencana mengadakan Harlah. Tapi tanggalnya belum dipastikan,” pungkasnya.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Mahbib Khoiron