Isu politik uang dan intervensi fihak tertentu yang biasanya senter dalam penyelenggaraan muktamar atau kongres kali ini tak nampak dalam Muktamar I Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Muktamar ini berlangsung diatas kapal Lambelu dalam perjalanan antara Surabaya-Jakarta dengan melewati rute laut Jawa dalam waktu sekitar 24 jam.<>
Partai yang didirikan oleh para ulama ahlusunnah wal jamaah ini masih mampu menjaga nilai-nilai moralitas yang selama ini telah runtuh pada banyak partai atau organisasi, yang memilih para pemimpinnya sekedar atas nama siapa yang mampu membayar lebih.
Isu ini selalu muncul ketika tim sukses kandidat ketua umum menawarkan uang atau kompensasi lainnya agar memilih calon yang diusungnya. Persaingan antar tim sukses seringkali membuat harga “suara” melambung tinggi.
Ketua Umum PKNU Choirul Anam menyatakan bahwa institusi partai merupakan inti dari banyak hal karena melalui partai dihasilkan para pemimpin politik seperti bupati, gubernur dan presiden serta anggota parlemen.
“Jika partai tidak bersih, bagaimana kita mampu menghasilkan pemimpin politik yang bersih,” katanya.
Karena itu, PKNU berkomitmen untuk menjaga dirinya dari politik uang. Biaya penyelenggaraan muktamar juga seluruhnya diusahakan bersama oleh partai melalui iuran, tidak dengan meminta sumbangan, untuk menjaga independensi dan integritas partai. (mkf)