Warta

NU sudah Banyak Berkontribusi dalam Pembangunan Bangsa

Kamis, 8 Maret 2012 | 13:31 WIB

Tegal, NU Online
Jika Nahdlatul Ulama bubar maka Indonesia juga akan bubar, ini adalah bukti sejarah sejak NU didirikan, siapa yang pertama kali menerima asas tunggal negara ini, siapa dibalik pertempuran 10 November di Surabaya, siapa yang pertama kali mengeluarkan Resolusi Jihad untuk melawan Belanda dan masih banyak lagi bukti yang lain kontibusi NU kepada bangsa. Tidak ada sejarahnya NU melakukan pemberontakan terhadap negara ini.
<>
Demikian disampaikan Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh saat menyampaikan tausiyah dihadapan ribuan pengunjung pada kegiatan harlah ke-86 NU yang digelar oleh PCNU Kabupaten Tegal, Ahad (4/3) di halaman Kantor PCNU Kabupaten Tegal, Jalan Ahmad Yani Procot.

KH Ubaedillah Shodaqoh juga menjelaskan peranan NU sejak didirkan hingga sekarang sudah banyak memberikan kontribusi terutama untuk tatanan berbangsa dan bernegara, bagaimana membangun bangsa dan negara ini agar lebih baik. “Insya Allah jika NU baik maka negara ini baldatul toyibatun warobbun ghofur, apa sih yang kurang dengan NU. Kebudayaan juga ada, bagaimana Islam itu bisa disebarkan lewat budaya, tidak sedikit-sedikit haram,“ tuturnya.

Kita juga harus mengembangkan ajaran-ajaran Walisongo, lanjut kiai yang berparas oval itu, Islam yang diajarkan oleh Walisongo begitu damai dan indah. Perpaduan antara adat, budaya dan tatanan norma, dengan ajaran Islam begitu dipahami betul oleh para Walisongo, sehingga Islam di Jawa ini dapat besar dan menjadi penduduk mayoritas. “Hampir saja tidak ada darah yang mengalir setetes pun kecuali darah Brawijaya III saat disunat,“ katanya, yang disambut ger tawa oleh pengunjung.

Kiai Ubaidillah juga mengingatkan, mempelajari Islam itu harus kaffah tidak hanya sebatas halal dan haram, harus tahu asbabun nuzul dan asbabrul wurud sehingga suatu perkara dapat dilihat kedudukan dan konteksnya “Kalau ada orang yang mengatakan memakai celana di bawah mata kaki itu sombang, tetapi anehnya yang ngomong malah memakai celana diatas lebih tinggi lagi diatas mata kaki, apa itu bukan malah lebih sombong. Kita harus jeli dan tepat tersuatu perkara,“ ingatnya.

Jaga kerukunan jangan sampai bercerai berai, kalau kita bercerai berai maka tidak akan ada kemajuan, hanya soal pilkada atau pil-pil yang laianya saja kita saling bermusuhan, orang NU tidak boleh seperti itu, kalau sudah memilih bupati atau gubernur juga harus mendapingi agar selalu memberikan yang terbaik dan memegang amanah. Karena jabatan hanya sebentar apalagi kalu

Semakin indonesia ruwet dan hancur maka semakin banyak orang yang senang. “Saya juga bingung katanya tidak suka dengan Amerika tetapi malah yang di bom Masjid dan kantor polisi. Ini apa? Kalau tidak disebut bohong apalagi. Untuk itu Ansor dan Banser harus siap dengan segala kemampuanya, suatu saat negara membutuhkan,“ harapnya.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Abdul Muiz 


Terkait