Warta

PBNU Berharap Peran Nyata ISNU

Jumat, 2 Maret 2012 | 00:11 WIB

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap para peran NU dalam mengelola para sarjana dan cendekiawan di lingkungan NU agar ilmu yang mereka miliki mampu memberi kemanfaatan yang nyata kepada warga dan bangsa.

Hal ini disampaikan Kiai Said dalam rapat formatur pembentukan kepengurusan ISNU 2012-2017 di gedung PBNU, Kamis (1/3).
<>
“NU menunggu peran para sarjananya,“ katanya dihadapan Ali Masykur Musa, ketua umum terpilih dalam kongres ISNU baru-baru ini di Lamongan Jatim.

Ia menjelaskan, proses warga NU dalam pendidikan umum secara massif belum terlalu lama. Pada awal kemerdekaan, masih ada tantangan untuk belajar di sekolah umum karena ada yang beranggapan, menulis dari kiri, memakai celana pendek dan satu kelas berkumpul dengan perempuan diharamkan.

Tetapi dengan berjalannya waktu, terdapat perubahan pandangan sampai akhirnya saat ini telah banyak sarjana NU dalam berbagai bidang yang keahliannya bisa dimanfaatkan.

NU, katanya memiliki tantangan besar baik dari dalam maupun dari luar. Dari dalam, bagaimana mengelola para kiai, yang merupakan informal leader yang sangat kuat. “Dalam urusan agama, para kiai NU pada sepakat, tetapi dalam urusan organisasi, kita perlu nafas panjang untuk mengelolanya, “ tandasnya.

Sementara itu, tantangan dari luar salah satunya dari kelompok Islam garis keras yang selalu menghantam NU dengan berbagai sisi.

Idealisme Kuat

Kang Said juga menjelaskan, idealisme di lingkungan NU masih sangat kuat, tinggal bagaimana pro aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan. “Asal ada uang sedikit saja, kita bisa jalan karena masih ada idealisme dan keiklasan yang kuat diantara kita,“ tandasnya.

Ketika diberi kesempatan oleh fihak lain, NU ternyata juga mampu menjaga amanah tersebut dengan baik. Ia mencontohkan Lembaga Kesehatan NU yang mendapatkan program dari fihak ketiga sebesar 12 juta dolar, ternyata dalam penilaian laporan keuangan lembaga tersebut, mendapat kategori A, atau tingkatan tertinggi, sedangkan ormas lain yang selama ini dikesankan sebagai modern hanya dapat penilaian B.

Dengan bersikap proaktif, ia yakin akan banyak hal yang dilakukan. Hal ini dibuktikannya sendiri dalam berbagai kunjungan ke luar negeri, yang ternyata menyambut NU dengan sangat baik, karena sikap moderat yang dimiliki.

Ia berharap kepada ISNU agar mampu membuat database para sarjana NU, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan keahliannya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Saat ini banyak kesempatan baik yang belum tentu terjadi lagi, yang harus kita manfaatkan untuk kemajuan warga NU,“ tandasnya.


Penulis : Mukafi Niam


Terkait