Warta

PBNU Diminta Bentuk Tim Kerja Sosialisasi Empat Pilar

Selasa, 6 Maret 2012 | 01:20 WIB

Jakarta, NU Online
Pelatihan untuk Pelatih (ToT) Sosialisasi Empat Pilar di Lingkungan Pengurus Keagamaan yang digelar MPR RI di Jakarta, 2-6 Maret 2012 menghasilkan sejumlah rekomendasi. Sebagai peserta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan menindaklanjuti pelatihan yang diperuntukkan bagi pengurus NU dan Muhammadiyah ini dengan membentuk tim kerja sosialisasi empat pilar kebangsaan di internal organisasi.
<>
Demikian dinyatakan Tim Kerja Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada acara penutupan ToT, Senin malam (5/3). “Kami mengharapkan PBNU dan Muhammadiyah dapat menjadi fasilitator dalam usaha sosialisasi empat pilar melalui pembentukan tim kerja,” kata Bambang Gunawan mewakili Tim perumus rekomendasi yang diketuai Agun Gunandjar Sudarsa.

Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid juga mendorong supaya kerja keras seratus peserta dalam pelatihan intensif ini tidak hilang begitu saja. Kegiatan-kegiatan serupa perlu diperluas oleh NU maupun Muhammadiyah minimal kepada masyarakatnya masing-masing.

“Pimpinan MPR sepenuhnya mendukung rekomendasi yang telah disampaikan oleh tim perumus,” tandasnya.

Seperti diketahui, selama lima hari MPR telah mengadakan ToT di lingkungan pengurus keagamaan dalam rangka melaksanakan amanat undang-undang dalam hal pemasyarakatan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

“Istilah empat pilar sebetulnya kreasi Pak Taufik Kiemas untuk mempermudah saja. Sebab persepsi umum masyarakat selama ini bahwa Undang-Undang Dasar seolah tidak terkandung di dalamnya Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Agun.


Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Mahbib Khoiron


Terkait