Bogor, NU Online
Dalam rangka menyambut program beasiswa PBNU ke luar negeri, PCNU kabupaten Bogor mempunyai kebijakan tersendiri dalam mengeluarkan rekomendasi, yaitu mengadakan test internal untuk peserta dari kabupaten Bogor, test tersebut meliputi bahasa Arab, Inggris, dan wawasan ke-NU-an.
<>
“PCNU kabupaten Bogor tidak ingin malu dan kecolongan, malu dalam arti PCNU tidak mau malu ketika kader yang dikirimnya tidak kualitatif, dan tidak ingin kecolongan dalam arti yang dikirim ternyata bukan orang NU, tapi orang lain yang mengaku-ngaku sebagai NU untuk memanfaatkan peluang,” demikian tegas Akhsan Ustadhi. Dan untuk penentuan dan keputusan akhir ada ditangan Tim Seleksi PBNU, tambah Akhsan, ketua panitia seleksi beasiswa Luar Negeri dan juga sekretaris PCNU kabupaten Bogor.
Pentingnya kaderisasi dan menciptakan kader yang militan dan handal membuat PCNU merasa harus mengirimkan kadernya studi ke luar negeri, hal ini diungkapkan Akhsan.
“Kader NU Bogor akan kita kirim ke Harvard (USA), Australia, Taiwan dan Al-Jazair,” demikian dikatakan Akhsan disela-sela tes seleksi peserta, “Untuk ke Timur Tengah mereka minimal harus hafal Al-Qur’an 2 juz untuk S1, 3 juz untuk S2, dan 5 juz untuk S3,” demikian tambahnya.
Sementara itu KH Romdon, ketua PCNU Kabupaten Bogor, saat ditemui NU Online mengatakan, bahwa sangat penting untuk menciptakan kader NU yang handal dan militan, “Karena itulah kita kirim kader NU untuk studi ke luar negeri,” imbuhnya.
“Ke depan Nahdliyin harus menguasai bidang-bidang di semua lini sesuai tuntutan zaman” imbuhnya.
Dari hasil seleksi yang diadakan PCNU Kabupaten Bogor hari ini, yang lulus tes seleksi sebanyak 7 orang, diantaranya 2 Orang dengan tujuan studi ke Al-Jazair, 4 Orang ke Australia, dan 1 orang ke Harvard (USA), “7 orang ini akan bergabung dengan peserta dari seluruh Indonesia yang akan melakukan seleksi berikutnya di PBNU Jakarta, Kami sangat mendukung program yang di canangkan oleh PBNU yakni menciptakan 1000 Doktor (S3) pada tahun 2012-2013,” kata Akhsan.
Selain mereka dites hafalan Al-Qur’an, mereka juga dites kemampuan bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan ke-NU-an.”Yang kita kirim adalah mereka-mereka yang mempunyai kekuatan Aqidah Ahlussunnah Wal jama’ah yang berlandaskan ajaran Nahdlatul Ulama,“ kata Romdon.
Ditempat terpisah, Ahmad Ikrom, sekretaris Lembaga Dakwah NU kabupaten Bogor, saat dihubungi Jurnal Bogor mengatakan bahwa NU sangat konsen terhadap pendidikan Kadernya, karena tantangan dakwah saat ini sangat berat, di ere cyber ini tantangan dakwah harus bisa mengimbangi perkembangan IT yang begitu pesat.
Qubailla Syayyida Salah satu peserta tes saat ditemui NU Online mengatakan, sangat senang dengan diberikannya kesempatan untuk melakukan studi ke luar negeri, dan saat ditanya oleh Jurnal Bogor tentang hafalan Qur’an, dengan malu-malu dia mengatakan “Baru 5 Juz Mas.“ Sementara itu peserta lain, Muhammad Husaini, alumni S1 Negara Oman dari Caringin, yang mengikuti testing program Magister mengatakan “Saya akan mengabdikan Ilmu saya untuk kemajuan Nahdlatul Ulama di Wilayah kabupaten Bogor, sepulang dari studi nanti saya akan aktif di NU baik diminta maupun tidak diminta, dan itu merupakan tanggung jawab kita bersama.“
“Masih banyak yang harus dilakukan oleh NU saat ini dalam membangun Ummat, terutama dalam membantu program program pemerinahan kabupaten Bogor saat ini, dan NU sangat mendukung program Kang Rahmat (panggilan akrab Bupati Bogor) dalam membangun Kabupaten Bogor.
Redaktur: Mukafi Niam