Warta

PCNU Cilacap Gelar Muskercab untuk Perkuat Kelembagaan dan Pelayanan Umat

Sabtu, 3 Maret 2012 | 06:39 WIB

Cilacap, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Cilacap menggelar Musyawarah Kerja Cabang ke-2 pada 4 Maret 2012 di Gedung MAN Cilacap. Muskercab ini mengambil Tema ”Memperkuat Kelembagaan Organisasi Untuk Meningkatkan Pelayanan Umat”.

Muhadin, ketua panitia Muskercab mengatakan tema ini diambil mengingat bahwa saat ini organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama sangat membutuhkan kelembagaan yang kuat di tengah berbagai macam terjadinya ancaman dan gempuran dari organisasi keagamaan baru.
<>
“Ancaman ini tidak bisa dianggap sepele mengingat sudah masuk wilayah ideologis, wilayah aqidah, mengancam persatuan dan kesatuan masyarakat serta menggerogoti organisasi NU dengan segala potensi yang dimilikinya,” katanya.

Di sisi lain, kata Muhadin, yang juga Wakil Ketua PCNU Cilacap, komitmen NU untuk meningkatkan pelayanan akan kebutuhan umat (masyarakat) harus tetap menjadi ruh organisasi NU.

“Momentum Muskercab ke-2 NU Cabang Cilacap Tahun 2012 ini diharapkan mampu memotret kebutuhan-kebutuhan dasar guna penguatan kelembagaan organisasi dan mampu memberikan rekomendasi yang bisa memperkuat misi pelayanan dalam menjawab kebutuhan umat,” katanya.

Kontekstualisasi pelayanan umat mengandung pengertian bahwa secara praktis, Nahdlatul Ulama adalah “Pelayan Umat”. Konsekuensi logisnya, umat harus merasakan manfaat dari keberadaan NU.

“Oleh karenanya, NU harus melayani (dan menjawab) kebutuhan umat akan banyak hal; agama, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, lingkungan hidup, dan masih banyak lagi kebutuhan umat yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semua dicoba digali di forum Muskercab,“ kata Muhadin, yang juga Kepala MAN Cilacap itu

Tahun 2012 adalah tahun terakhir PCNU masa khidmah 2007-2012 mengemban visi dan misinya. Ketua PCNU Cilacap Masyhud Hasbulloh mengatakan; “Banyak program berskala besar yang belum sempurna penggarapannya; banyak pula program kerja yang masih harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Inilah dinamikanya. Dan memang sudah menjadi keharusan bahwa organisasi NU harus dinamis. Jika perlu lebih progresif, tidak boleh mandek, karena jika demikian, NU akan kehilangan ruh perjuangan dan penghidmatannya,” katanya.

Masyhud Hasbulloh menagatakan lebih lanjut, sungguhpun masa khidmah akan berakhir, itu memang mekanisme organisasi yang harus ditempuh. Namun yang menjadi ruh organisasi NU (Islam Aswaja, fikroh nahdliyyah, mabadi’ khoiru ummah, Paham kebangsaan, kemasyarakatan dan khitthah Nahdlatul Ulama) harus tetap dijunjung tinggi sebagai landasan utama berorganisasi yang diwujudkan dalam pelaksanaan program kerja berkelanjutan sesuai peraturan organisasi yang berlaku.

Menyinggung bahwa di tahun 2012 ini, masyarakat Kabupaten Cilacap akan manjalani proses politik melalui pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Cilacap, Masyhud Hasbulloh menyatakan.

“Pemilukada Kabupaten Cilacap sebagai sebuah proses politik dan demokratisasi, ada pada domain kepemerintahan. Nahdlatul Ulama bukanlah organisasi politik, meskipun pernah menjadi partai politik. Namun, sejarah pelembagaan dan perjuangan kemasyarakatan-kebangsaan NU seringkali mengalami persinggungan dengan politik. Dan itu adalah proses yang wajar,” katanya.

Dideklarasikannya “NU Kembali ke Khitthah 1926” sampai dengan ditetapkannya 9 Pedoman Politik Warga NU, merupakan bukti bahwa NU menjamin warganya yang memiliki hak politik sebagaimana mestinya. Dan Muskercab ke-2 NU Cabang Cilacap Tahun 2012 mencoba mencari “jalan keluar” dari permasalahan tersebut di atas.



Redaktur: Mukafi Niam


Terkait