Sebagai bahasa Al-Qur’an, bahasa Arab harus dipelihara dan dikembangkan secara berkesinambungan. Kemestian ini penting diwujudkan dalam kehidupan nyata mengingat era sekarang, persaingan dalam bidang bahasa kian menggelora. Sekilas kita memandang, bahasa Inggris sudah mewarnai berbagai ruang kehidupan. Lantas, haruskah bahasa Arab tersisihkan?
Pernyataan sekaligus pertanyaan ketua pengurus PP Annuqayah KH Hanif Hasan itu memikat perhatian para hadirin saat sambutan dalam acara “Dialog dan Pelantikan Pengurus Markaz al-Lughah al-Arabiyah PP Annuqayah Masa Bakti 1431-1432 H”, Minggu (5/12). Acara yang ditempatkan di Aula Syarqawi INSTIKA tersebut diikuti oleh empat ribu lebih santri PP Annuqayah yang tersebar di 12 Daerah.<>
Pertanyaan di atas dijawab sendiri dengan tegas oleh Kiai Hanif Hasan. Menurutnya, umat Islam saat ini dituntut memerhatikan bahasa Arab sebagai bahasa agamanya di samping juga menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Bila umat Islam sudah abai terhadap bahasa Arab, tidak menutup kemungkinan Islam akan mengalami kemerosotan secara drastis. Sebab, sejarah Islam telah memberikan pelajaran bahwa kemunduran peradaban Islam dikarenakan umat Islam lalai menggali kandungan Al-Qur’an.
Untuk menguak kandungan Al-Qur’an, lanjutnya, sangat dibutuhkan keterampilan dalam penguasaan bahasa Arab. “Tentu kurang etis manakala kita punya komitmen menggali kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an, tapi bersamaan dengan itu kita tidak kompeten dalam penguasaan bahasa Arab. Hal semacam itu harus menjadi refleksi bagi kita,” tegasnya.
Dalam pada itu, tema yang diangkat dalam dialog ialah Peran Bahasa Arab dalam Mewujudkan Insan Mutafaqqih fi al-Din di Era Globalisasi (Al-Lughah al-Arabiyah Dauruha fi Takwini Syakhshiyyatin Mutafaqqihatin fi ‘Ashri al-‘Aulamah). Syaikh Shalah Muhammad Abdul Aziz Wahbah menjadi pembicara dalam sesi dialog. Ulama asli Mesir tersebut kini mengabdi di PP Al-Amin, Parenduan, Sumenep.
Dalam pandangan ketua panitia, Ibnu Hajar MM, latar belakang tema tersebut sangat relevan dengan substansi dari sambutan Drs. KH Hanif Hasan. Ia juga melihat bagaimana melemahnya kepedulian umat Islam Indonesia terhadap bahasa agamanya.
“Kami (pengurus Markaz al-Lughah al-Arabiyah PP Annuqayah, red.) punya inisiatif yang tinggi untuk menumbuh-suburkan kemajuan bahasa Arab di bumi pertiwi,” ujarnya saat dijumpai di kantor sekretariat panitia, usai acara pelantikan.
Hal semacam itu, diamini oleh ketua Markaz al-Lughah al-Arabiyah PP Annuqayah, Abdul Muqid. Mahasiswa semester tiga jurusan Pendidikan Agama Islam INSTIKA itu sangat optimis untuk menghidupkan kembali ghirah pemuda Islam untuk mempelajari sekaligus memelihara bahasa Arab. (ana).