Sumenep, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyah (BBM). Menurut Rusdi, naiknya BBM akan membuat rakyat sengsara.
"Tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Harga BBM naik, rakyat makin sengsara," teriaknya.
<>
Sikap pergerakan mahasiswa tersebut tampak pada aksi demonstrasi yang digelar di depan DPRD Sumenep untuk menggalang dukungan dari anggota dewan, Senin (19/3).
Sementara dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi untuk rakyat miskin disebut merusak mental. Pasalnya, menurut Satnawi, BLSM hanya membuat masyarakat semakin tergantung dan merusak pola pikir.
“Tolak juga BLSM, karena itu merusak pola pikir dan mental rakyat, serta menimbulkan ketergantungan,” tegasnya.
Mahasiswa yang meminta wakil rakyat keluar sempat terjadi saling dorong dengan aparat. Namun tidak terlalu lama Ketua DPRD didampingi tiga wakilnya akhirnya menemui anggota aksi.
Selain menandatangani galangan dukungan, dihadapan mahasiswa KH Imam Hasyim mengatakan, mendukung langkah mahasiswa untuk menola kenaikan BBM.
"Kita juga sepakat menolak rencana pemerintah tersebut, makanya saya siap menandatangani penolakan yang aik-adik mahasiswa sodorkan, karena ini suara rakyat," kata Ketua DPRD Sumenep.
Saat menemui mahasiswa, politisi PKB tersebut didampingi; Hunain Santoso, Moh Hanif dan Faisal Muhlis
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: M. Kamil Akhyari