Pamekasan, NU Online
Mestinya, aktivis IPPNU itu terdiri dari para pelajar. Tapi nyatanya, para sarjana masih saja mendominasi di dalam organisasi tersebut. Para pelajar cenderung sedikit yang tertarik bergabung dengan IPPNU atau IPNU. Dari itulah, kini Pengurus Wilayah (PW) IPPNU Jatim berupaya melakukan finalisasi pelajar seutuhnya.
Hal itu disampaikan pengurus PW IPPNU Jatim Raodlah Al-Adawiyah saat sambutan dalam Harlah IPPNU ke-57 PC IPPNU Pamekasan di Gedung Serba Guna Pamekasan, Sabtu (17/3) kemarin.
<>
“Finalisasi pelajar seutuhnya inilah yang sedang PW IPPNU Jatim upayakan agar jebol pada kongres-kongres berikutnya. Kalau bukan pelajar lagi atau sarjana, maka tidak boleh masuk di IPPNU atau IPNU,” tegas Raodlah tanpa menjabarkan usaha apa saja yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan dari upaya tersebut.
Dikatakan, tantangan utama untuk mencapai hal itu ialah gerakan Islam transnasional yang tergolong organisasi ekstrem. Di samping mengambilalih masjid-masjid NU, mereka gencar mempengaruhi pemikiran para pelajar.
“Contohnya saja di Jember. Kebetulan saya asli Jember. Para pelajar Jember, masih belum mampu disentuh IPPNU secara utuh,” ungkapnya.
Oleh karenanya, PW IPPNU Jatim berharap kepada para orangtua agar mendorong anak-anaknya masuk IPPNU atau IPNU.
“Seorang anak itu harus diberi keleluasaan untuk mengembangkan dirinya dalam sebuah organisasi. Terutama yang berbasis Islam moderat semacam IPPNU dan IPNU serta organisasi ke-NU-an lainnya,” ujarnya penuh keseriusan.
Pernyataan pengurus PW di atas yang mengatakan sedikit pelajar yang bergabung dengan IPNU-IPPNU, tampak kurang benar bila melihat betapa banyaknya pelajar di Madura yang bergabung dengan IPNU-IPPNU. PC IPNU-IPPNU Pamekasan saja kini menaungi 7 Pimpinan Anak Cabang (Kadur, Waru, Palengaan, Galis, Pademawu, Larangan, Tlanakan), 45 Pimpinan Ranting (25 Pimpinan Ranting Tlanakan dan 20 Pimpinan Ranting Palengaan), dan Pimpinan Komisariat STAIN Pamekasan. Itu belum lagi 10 PR NU dan Muslimat NU serta 40 PK sekolah tingkat SLTP/SLTA IPNU-IPPNU kecamatan Kadur yang sedang menjalani proses pembentukan.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam