Rangkaian acara haul Gus Dur akan ditutup dengan tahlil akbar yang akan diselenggarakan di kompleks pesantren Ciganjur Kamis (30/12) malam ini sehabis maghrib. Acara terbuka bagi warga NU atau para simpatisan Gus Dur.
Humas acara Haul Gus Dur, Firry Wahid mengaku mengundang secara khusus para tokoh nasional untuk mengikuti acara haul ini. Namun biasanya, mereka akan datang sendiri sebagaimana peringatan 100 hari wafatnya Gus Dur lalu.<>
"Kita ngundangnya secara terbuka. Kita juga telah mengirimnya ke Pak JK. Tapi apakah mereka akan datang atau tidak sampai sekarang saya belum tahu," katanya.
Rangkaian peringatan haul Gus Dur berlangsung selama dua hari, pada 29-30 Desember ini dengan berbagai acara seperti pameran buku, pentas budaya doa lintas agama, pertemuan anak muda NU, dan diskusi pemikiran Gus Dur.
Diskusi tentang Gus Dur yang berlangsung siang tadi menghadirkan Rocky Gerung dan Jadul Maula dengan tema "Menapak Jejak Guru Bangsa" di Masjid Jami Al-Munawaroh, Ciganjur, Jakarta.
Rocy Gerung dalam paparannya mengatakan bahwa guyonan Gus Dur telah mampu membuat situasi yang serius dan tegang menjadi cair melekatkan berbagai kelompok yang terpisah akhirnya bersatu dalam pluralisme.
"Bagi saya, Gus Dur adalah ahli tukar pikiran. Dia beri semangat kepada orang yang berbeda-beda untuk lakukan tukar pikiran. Nah, di dalam tukar pikiran itu, politikkah atau isinya hanya sekadar humor-humor?" katanya.
Dikatakannya, hanya orang yang memiliki intelektualitas yang luar biasa yang mampu menggabungkan humor dan politik yang kritis sehingga gampang dipahami oleh publik sekaligus memiliki kesalehan.
"Kita punya lingkungan intelektual, tapi orang yang mau duel dengan pemikiran itu sangat sedikit. Lebih banyak yang tukar tambah saja dengan kekuasaan atau rekening bank," ungkap Rocky. "Pada diri Gus Dur, kita bisa lihat seorang luar biasa yang berusaha menjadi biasa," ujarnya. (mkf)