Warta

Warga NU Bali Gelar Pelatihan Antisipasi Wahabi dan Salafi

Rabu, 29 Desember 2010 | 01:52 WIB

Denpasar, NU Online
Sejak beberapa tahun belakangan, serangan kaum Salafi atau Wahabi terhadap warga Nahdliyyin di Provinsi Bali sangat gencar, baik melalui media cetak seperti penyebaran buku-buku, maupun melalui dakwah secara langsung seperti khotbah Jum’at, pengajian, seminar dan lain-lain.<>

Tidak sedikit, kaum Salafi yang berhasil menjadi khotib Jum’at di masjid-masjid dan musholla yang didirikan oleh kaum Nahdliyyin, berulah. Bahkan tidak jarang ulah kaum Salafi tersebut sangat berlebihan, seperti merubah tata cara ibadah yang telah berlangsung sejak lama, seperti melarang adzan dua kali dalam shalat Jum’at, melarang shalat qabliyah Jum’at, melarang tahlilan, maulid nabi dan lain sebagainya.

Hal tersebut akhirnya memotivasi Dewan Pengurus Wilayah Forum Silaturrahmi Masjid dan Musholla Indonesia (DPW Fahmi Tamami), Provinsi Bali, yang diketuai H Hadi Sutrisno, untuk mengadakan pelatihan aswaja di masjid-masjid dan musholla-musholla kaum nahdliyyin se wilayah Denpasar dan sekitarnya.

Pelatihan aswaja sebagai upaya untuk membentengi dan penguatan ideologi dan ajaran ahlussunnah wal jama’ah bagi warga nahdliyyin di provinsi Bali tersebut, dilaksanakan dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, didatangkan Ustadz Muhammad Idrus Ramli, dari Lembaga Bahtsul Masail NU Jember, untuk mengisi internalisasi dan penguatan aswaja bagi warga nahdliyyin dengan acara diskusi dan dialog terbuka di 12 masjid dan musholla di Bali.

Acara tahap pertama tersebut diadakan pada tanggal 21 Juli 2010 sampai 27 Juli 2010.

Tidak jarang, dalam acara seminar dan dialog tersebut, didatangkan pula tokoh-tokoh Salafi untuk melakukan dialog publik di hadapan warga nahdliyyin. Namun sayang sekali, sebagian besar tokoh Salafi tidak siap hadir dalam acara dialog tersebut.

Sebagian dialog dengan tokoh Salafi dalam acara tersebut telah didokumentasikan oleh Ustadz Idrus, pengurus LTN PWNU Jawa Timur tersebut, dalam buku terbarunya, Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi, terbitan Bina Aswaja Surabaya, Desember 2010.

Dalam acara dialog terbuka selama satu minggu tersebut, Ustadz Idrus menyajikan materinya dari buku-buku LBM NU Jember seperti buku Membongkar Kebohongan Buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, buku Madzhab Al-Asy’ari Benarkah Ahlussunnah Wal-Jama’ah?, dan buku Membedah Bid’ah dan Tradisi dalam Perspektif Ahli Hadits dan Ulama Salafi, terbitan Khalista 2010.

Pada tahap kedua, DPW Fahmi Tamami melalui Lembaga Dakwahnya, yang diketuai H Imam Asrori dan Ust Sholehan Nur, mengadakan pelatihan aswaja dengan fokus Latihan Berdebat Dengan Salafi, selama dua hari, yaitu 25 s/d 26 Desember 2010 kemarin, dan bertempat di Musholla Yayasan Marga Utama, Renon Denpasar.

Acara pelatihan tersebut, diikuti oleh 50 peserta dari kalangan Kiai dan Asatidz yang mewakili masjid dan mushalla di Profinsi Bali. Dalam acara pelatihan debat ini, Ustadz Idrus menyajikan materinya dengan buku terbarunya, Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi.

Sebagai hasil dari pelatihan tahap kedua, peserta yang hadir bersepakat membentuk forum kajian aswaja setiap bulan, dengan peserta yang mewakili seluruh masjid dan musholla di bawah DPW Fahmi Tamami Bali. Forum tersebut akan melakukan kajian aswaja secara rutin setiap bulan, dengan visi dan misi advokasi aswaja bagi kaum nahdliyyin yang diusik oleh kaum Salafi dan melindungi aset NU dari ancaman Salafi. (mad)


Terkait