Yogyakarta, NU Online
“Buku ini baca, ini amanat dari saya. Selain menikmati bahasa, muatannya sangat bagus, ini dapat menjawab pertanyaan Kiai Abdul Fatah, NU ini bagaimana? NU-nya rusak atau kadernya, atau NU tidak bisa masuk Ipad?”
<>
Itulah yang disampaikan oleh Ahmad Tohari dalam acara Bedah buku bedah yang berjudul “Sang Penakluk Badai” yang diselenggarakan oleh PWNU DIY, di kantor PWNU DIY jalan MT Haryono Selasa (14/05).
“Sebagai sastrawan buku ini sudah bagus, ini dapat menjawab realitas sosial NU saat ini,” ujar Ahmad Tohari, sastrawan NU berasal dari Banyumas.
“Dari riwayat yang ditulis, jelas Hadratus Syekh Hasyim Asy ‘ari sangat mempedulikan umat sekarang. Bukan seperti NU saat ini, yang banyak berorientasi empiris. Buku ini, menjawab permasalahan NU,” tambahnya.
Dalam diskusi yang dilaksanakan pada jam 19:30, ini banyak dihadiri oleh kader-kader NU, terutama para pelajar. Turut hadir juga sebagai pembicara, di antaranya adalah Aguk Irawan Mn dan Ahmad Tohari. Sebelum acara bedah buku tersebut dimulai, ada beberapa tampilan puisi dari para kyai dan sastrawan Yogyakarta.
“Sepulang dari sini, saya berharap baca buku ini” tandas Ahmad Tohari memberi amanah para pengunjung.
“Menulis buku setebal ini tidak mudah, tapi mas Aguk selaku penulisnya selesai menyelesaikan buku ini, ini merupakan luar biasa,” tambahnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Solikhin, Rokhim
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Subsidi Haji dari APBN, MUI: Tak Pengaruhi Keabsahan Ibadah
Terkini
Lihat Semua