Ajak Santri Pesantren Raudlatul Hasaniyah Nikah Usia Ideal
NU Online · Selasa, 1 Desember 2015 | 19:30 WIB
Probolinggo, NU Online
Sedikitnya 100 santri Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah di Desa Sambirampak Kidul Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo mengikuti sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo, Senin (30/11).
<>
Dalam sosialisasi ini, para santriwati tersebut mendapatkan materi tentangnya pentingnya melangsungkan pernikahan pada usia yang ideal dari petugas KUA Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat BPPKB Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengatakan bahwa hingga akhir September 2015, angka pernikahan dini usia di bawah 20 tahun di Kecamatan Kotaanyar mencapai 83 pernikahan atau 31,9%% dari total pernikahan sebanyak 260 pernikahan.
“Sosialisasi ini sengaja diberikan kepada santri dengan harapan nantinya bisa memberikan andil besar dalam menurunkan angka pernikahan dini. Sebab kebanyakan pernikahan dini terjadi karena kurangnya pemahaman generasi muda tentang pentingnya mewujudkan keluarga sakinah dalam usia yang benar-benar matang,” ujarnya.
Menurut Herman, santri yang ada di pesantren berada pada usia yang produktif dan masih labil. Jika usia produktif remaja tidak diayomi dengan baik maka nantinya akan menjadi beban bagi pemerintah. Salah satunya terperangkap pada perilaku yang menyimpang.
“Seharusnya mereka bisa menjadi tenaga produktif,” jelasnya.
Herman menegaskan keterlibatan orang tua menjadi kunci kesuksesan keluarga. Karena banyak anak-anak sukses berkat dukungan dari orang tua dengan cara meningkatkan taraf pendidikannya.
“Kegiatan ini bertujuan membuka pikiran dan menambah wawasan pelajar tentang dampak pernikahan dini. Bagaimana nantinya remaja mempunyai masa depan yang lebih baik serta mempunyai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri supaya di masa depan nasibnya bisa lebih baik,” pungkasnya.
Siti Aminah, salah satu santriwati mengaku bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan serta pengetahuan santri tentang pentingnya menikah pada usia yang matang. Sebab selama ini banyak yang menikah usia muda karena belum mengertinya membina keluarga sakinah pada usia yang benar-benar ideal.
“Memang seharusnya santri harus memberikan kontribusi dalam menurunkan angka pernikahan dini. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan berkomitmen untuk terus menempuh pendidikan sampau jenjang yang lebih tinggi,” katanya. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua