Ansor Kencong Redakan Konflik Petani, Nelayan dan Petambak
NU Online · Ahad, 19 Februari 2012 | 05:51 WIB
Kencong, NU Online
Perselisihan terselubung antara petani, nelayan kecil (para pencari ikan air payau) dan petambak yang berlangsung puluhan tahun berhasil diredakan dan dicarikan solusi penyelesaian oleh PC GP Ansor Kencong.
<>
Seperti diketahui, para petani di desa Mayangan dan Kepanjen kecamatan Gumukmas selama puluhan tahun tidak dapat menikmati hasil panennya secara maksimal diakibatkan oleh ulah para nelayan kecil yang membendung sungai untuk dipasang jaring penangkap ikan.
Dipasangnya jaring dengan cara membendung sungai tersebut berakibat air meluap ke persawahan dan pada akhirnya menjadikan tanaman padi menjadi mati karena tidak kuat dengan air asin. Dan, para nelayan melakukan hal tersebut dikarenakan areal tempat mereka mencari ikan terkena endapan lumpur yang dibuang oleh tambak modern milik para investor.
Berbagai laporan masyarakat tersebut akhirnya disampaikan oleh Ansor Kencong kepada Bupati Jember untuk dicarikan solusi penyelesainnya, namun ternyata bupati malah menugasi Ansor untuk membantu menyelesaikannya.
Mendapat tugas dari bupati, akhirnya Ansor Kencong membentuk Tim yang diketuai oleh Masyrukhin, ketua bidang Lingkungan Hidup, perikanan dan Kelautan. Tim bekerja selama satu bulan penuh untuk mencari akar persoalan dan solusi penyelesaiannya.
“Dan Alhamdulillah, kerja Tim telah berhasil menuntaskan perselisihan antara Petani, Nelayan dan Petambak, dan saya menjamin 90 % persoalan telah selesai,” kata Masyrukhin saat menyampaikan sambutan dalam rembug Petani, Nelayan dan Petambak dan Peresmian Jembatan penghubung desa di areal pertambaan.
“Bukan hanya persoalan perselisihan yang dapat diredakan, bahkan masyarakat, baik petani, nelayan dan petambak Gugur Gunung untuk membangun jembatan di tengah-tengah pertambakan,” tambah Masyrukhin dengan riang saat peresmian Jembatan yang juga dihadiri camat Gumukmas beserta jajaran Muspika dan Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan Jember.
“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah berhasil menyelesaikan persoalannya sendiri tampa keributan, dan saya harap hal ini terus dipertahankan,” kata Camat Gumukmas Sugeng Mintoharjo yang baru menjabat Camat selama satu bulan ini.
Sementara itu, ka. Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan Jember, siap mencarikan solusi bagi para nelayan yang jaringnya dibongkar demi lancarnya air sungai, sehingga air bisa langsung ke laut selatan.
“Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, dan kalau kita mau duduk bersama seperti ini, saya yakin semuanya akan selesai, dan saya berharap nantinya kawasan sini menjadi sentra perikanan di kabupaten Jember,” kata Muh. Tjahyono kepala Dinas kelahiran Blitar ini.
Sedangkan Abd. Rohim, banyak mengupas peran Ansor dalam ikut menciptakan kedamaian di antara masyarakat. “Jangan sampai persoalan konflik kecil ini menjadikan pertumpahan darah di antara kita. Tuhan telah menganugerahi berbagai kekayaan alam, tinggal kita memanfaatkannya saja,” kata Abd. Rohim di atas jembatan bambu hasil urunan semua warga masyarakat dan dibantu pemilik tambak dan ka. Dinas perikanan tersebut.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
Terkini
Lihat Semua