BAANAR Proppo: Olahraga Dapat Membendung Bahaya Narkoba
NU Online · Senin, 24 Februari 2020 | 16:00 WIB
Kepala BAANAR Proppo, Muhlas (kanan) saat berolahraga dengan para pemuda. (Foto: NU Online/Hairul Anam)
Hairul Anam
Kontributor
Pamekasan, NU Online
Para pemuda kerap terjerat narkoba karena tidak punya aktivitas. Mereka gerah dengan kehidupannya yang monoton. Akibatnya, generasi bangsa banyak yang melampiaskan kebosanannya pada jeratan narkoba. Olahraga adalah salah satu solusinya.
Demikian ditegaskan Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Proppo, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Muhlas di tengah-tengah main futsal di daerah Proppo, Senin (24/2). Muhlas tampak bersemangat olahraga dengan para pemuda daerah Proppo.
"Anda tahu, Kecamatan Proppo dinilai sebagai zona merah peredaran narkoba oleh Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pamekasan. Ini miris. Harus kita sikapi secara kongkret, tidak boleh diam," tegas Muhlas.
Selain gencar sosialisasi peredaran bahaya narkoba, tambahnya, para pemuda Proppo selalu didekatinya untuk berorganisasi. Yakni dengan aktif sebagai anggota maupun pengurus BAANAR Ansor Proppo. Dengan begitu, mereka selalu dihadapkan pada kegiatan yang positif.
"Para pemuda terjerat narkoba karena jauh dari kegiatan-kegiatan positif. Ketika mereka sudah melebur dengan kegiatan positif, insyaallah sibuk dengan kebaikan dan diajuhkan dari narkoba," papar Muhlas.
Kegiatan positif lainnya yang digemari pemuda adalah olahraga, khususnya main futsal. Di samping murah, main futsal menyehatkan dan menguras energi.
"Ketika sudah sibuk olahraga dan capek, maka tidak ada pikiran untuk main-main dengan narkoba. Kita bergerak berolahraga, narkoba menjauh. Sebaliknya tatkala pemuda diam, tentu barang haram tersebut bisa menggerogoti kehidupan pemuda selaku generasi emas bangsa ini," urai Muhlas.
Muhlas juga memberikan bocoran mengapa pilihan olahraga jatuh ke futsal. Menurutnya, itu tidak terlepas dari peran aktif pemerintah dalam menyediakan fasilitas lapangan futsal. Puluhan desa di Kecamatan Proppo, nyaris semuanya punya lapangan futsal.
"Itu memberikan efek besar dalam kehidupan pemuda. Mereka membentuk klub, menguatkan relasi satu pemuda dengan pemuda lainnya. Dengan begitu, sangat mudah menyuplai nilai-nilai positif dalam kehidupan mereka," papar Muhlas.
Ketika pemuda sudah sering berkelompok dalam sebuah klub futsal, tegasnya, maka sangat mudah untuk dimasuki kegiatan-kegiatan positif berupa ajakan untuk selalu mawas diri terhadap bahaya incaran narkoba.
"Mari kita hidup sehat dengan berolahraga, jauhi narkoba supaya selamat dunia-akhirat," tukasnya.
Kontributor: Hairul Anam
Editor: Aryudi AR
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua