Banjir Langkat: Satu Orang Meninggal Dunia, Ribuan Warga Terdampak
NU Online · Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:30 WIB
Evakuasi warga terdampak banjir bandang di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Langkat, Sumatra Utara pada Senin (12/10/2026). (BPBD Sumut)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Banjir melanda Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (10/10/2026) malam. Bencana ini berdampak terhadap ribuan warga, merendam rumah penduduk, mengancam infrastruktur, serta menyebabkan satu orang meninggal dunia setelah terseret arus sungai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan bahwa hingga Selasa (13/10/2026), pemerintah daerah bersama BPBD masih melakukan penanganan, pendataan dampak, dan pemantauan di wilayah terdampak.
Ia menjelaskan bahwa banjir melanda empat kecamatan, yakni Besitang, Padang Tualang, Salapian, dan Sirapit. Berdasarkan data sementara, Kecamatan Besitang mencatat 969 kepala keluarga (KK) atau 3.576 jiwa terdampak. Banjir melanda Desa Sekoci, Desa Arasnapal, dan Kelurahan Kampung Lama.
Di Desa Sekoci, ketinggian air mencapai 100–150 sentimeter. Sementara itu, genangan di Desa Arasnapal berkisar 50–100 sentimeter dan di Kelurahan Kampung Lama mencapai 10–30 sentimeter.
Di Kecamatan Padang Tualang, sebanyak 196 KK atau 773 jiwa terdampak. Rinciannya, 116 KK atau 563 jiwa di Dusun I Sumur Bor, Desa Tebing Tanjung Selamat, serta 80 KK atau 210 jiwa di Dusun Sidoharjo atau Blok 60, Desa Tanjung Putus. Ketinggian air di kedua wilayah tersebut masing-masing mencapai 20–60 sentimeter dan 30–120 sentimeter.
Baca Juga
Cara Bersuci tatkala Kondisi Banjir
Tuahta mengatakan bahwa banjir datang bergelombang. Setelah sempat surut pada Ahad (11/10/2026) sore, hujan kembali turun pada malam hari. “Sekitar pukul 02.30 WIB, Senin (12/10/2026), air kembali memasuki permukiman warga,” katanya dalam keterangan yang diterima NU Online, Rabu (14/10/2026).
Ia menyebutkan bahwa sekitar 60 persen warga dilaporkan telah mengungsi secara mandiri. Sebanyak 310 KK berada di sejumlah posko, terdiri atas 270 KK di empat posko Desa Sekoci dan 40 KK di Dusun I Sumur Bor, Desa Tebing Tanjung Selamat. Jumlah pengungsi masih dapat berubah.
Tuahta mengatakan bahwa banjir juga mengancam infrastruktur. Pondasi jembatan di Desa Ujung Terang, Kecamatan Salapian, mulai terkikis akibat derasnya arus sungai.
Baca Juga
Arti Mimpi tentang Banjir dan Hujan
“Selain dampak terhadap permukiman masyarakat, kami juga menerima laporan adanya infrastruktur yang terdampak. Di Desa Ujung Terang, pondasi jembatan mulai terkikis akibat arus sungai yang cukup tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, seorang warga di Kecamatan Sirapit ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hanyut saat menyeberangi sungai yang meluap akibat hujan. Korban terseret arus dan sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan pada Selasa (13/10/2026) dalam kondisi meninggal dunia.
Terpopuler
1
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
2
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
3
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
4
Tahlil Hari Ketujuh Nyai Machfudhoh Aly Ubaid di Jakarta, Kiai Said Aqil Kenang Perjuangannya untuk NU
5
Hukum Pembersihan Sampah setelah Acara Keagamaan dan Kegiatan Umum Lainnya
6
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
Terkini
Lihat Semua