Banjir Rendam 15 Gampong di Aceh Jaya, PCNU Ajak Warga NU Bantu Masyarakat Terdampak
NU Online · Senin, 2 November 2026 | 06:00 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Aceh Jaya, NU Online
Banjir akibat luapan Sungai Krueng Teunom merendam sejumlah permukiman warga di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Ahad (1/11/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (31/10/2026) malam menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap dan menggenangi sejumlah gampong di Kecamatan Pasie Raya dan Teunom.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Jaya Tgk H Afifuddin Ibrahim, yang akrab disapa Abiya Budi, mengajak warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), kalangan dayah (pesantren), dan masyarakat luas meningkatkan kepedulian serta memperkuat solidaritas sosial untuk membantu warga terdampak banjir.
“Kami mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama, khususnya di Aceh Jaya, untuk meningkatkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah banjir. Dalam kondisi seperti ini, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, disertai semangat saling membantu,” ungkapnya.
Pimpinan Dayah BUDI Lamno tersebut menegaskan bahwa kepedulian sosial sangat diperlukan karena banjir tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Menurutnya, musibah yang menimpa masyarakat harus menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong. Bantuan tidak harus berupa materi dalam jumlah besar, tetapi dapat diberikan sesuai kemampuan masing-masing.
“Musibah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari ajaran Islam. Kami berharap masyarakat yang berada di lokasi aman dapat membantu sesuai kemampuan, baik melalui kebutuhan pokok, tenaga, maupun dukungan lainnya,” lanjutnya.
Alumnus Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga itu juga mengimbau masyarakat mengutamakan keselamatan, terutama anak-anak, lanjut usia, perempuan, dan kelompok rentan lainnya yang membutuhkan perhatian khusus saat bencana terjadi.
Ia berharap pemerintah daerah, organisasi keagamaan, kalangan dayah, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat koordinasi untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya Irma Hanum menjelaskan bahwa banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (31/10/2026) malam.
Berdasarkan laporan awal, delapan gampong terdampak banjir di Kecamatan Pasie Raya, yakni Tuwi Peuriya, Lhok Guci, Tuwi Kareung, Krueng Beukah, Timpleung, Pasi Teubee, Alue Krueng, dan Pulo Tinggi.
Banjir juga melanda sejumlah gampong di Kecamatan Teunom, termasuk Pasi Timon dan Pasie Geulima. Berdasarkan perkembangan yang diberitakan Serambinews, jumlah wilayah terdampak meningkat menjadi 15 gampong pada Ahad (1/11/2026).
BPBK Aceh Jaya terus memantau perkembangan banjir dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak bencana.
Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Warga juga diimbau segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila ketinggian air terus meningkat.
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Kasasi Dikabulkan, MA Batalkan Putusan PTUN Terkait Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran
3
Banjir di Medan Rendam 2.200 Rumah, 7.930 Warga Terdampak
4
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
5
Presiden Prabowo: Korupsi dan Penyelewengan adalah Awal Kehancuran Bangsa
6
Di Istanbul, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo Serukan Kepedulian terhadap Krisis Lingkungan dan Kemanusiaan
Terkini
Lihat Semua