Jember, NU Online
Media sosial dengan sejumlah fitur yang secara praktis menampilkan berbagai fasilitas ‘buku’ ilmu-ilmu agama, belakangan ini menjadi alternatif banyak orang untuk memperdalam Islam dengan mudah dan cepat. Tinggal klik di laman tertentu, sudah muncul sederet judul tulisan atau sekadar keterangan sesuai dengan kunci kata yang dimasukkan. Selanjutnya tinggal dibaca dan dipelajari. Orang banyak menggunakan cara ini karena selain efektif, juga hemat biaya.
Namun cara tersebut, tidak selamanya menguntungkan, bahkan sebaliknya bisa menyesatkan. Sebab salah satu kelemahan belajar via fasilitas Mbah google itu adalah terputusnya informasi sampai di situ.
“Dengan kata lain, kita tidak bisa mengklarifikasi apa yang belum jelas atau rancu. Mau ditanyakan kemana. Wong itu bacaan tanpa tuan. Bisa jadi pemahaman kita salah, atau apa yang kita baca itu memang kebetulan dari kelompok yang salah. Sebab jangan lupa siapapun bisa memasukkan artikel di situ untuk dikonsumsi publik. Kita tidak tahu itu madzhabnya siapa, tujuannya apa. Bahaya itu,” urai Ketua PCNU Jember, Jawa Timur KH Abdullah Syamsul Arifin menjadi nara sumber dalam acara DIAGRA (dialog agama via udara) di masjid Jamik Al-Baitul Amin, Jember, Jawa Timur, Sabtu (18/5).
Gus Aab, sapaan akrabnya, menambahkan, bagi orang yang sudah punya dasar ilmu, belajar lewat internet sejatinya hanya sebagai referensi untuk memperluas wawasan. Namun bagi orang awam atau baru belajar agama, tiada cara lain kecuali wajib belajar kepada guru.
“Jangan sampai kita terjerumus dalam ajaran yang sesat gara-gara belajar tanpa guru,” lanjutnya. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua