Cuaca Ekstrem Ancam Aceh, Ansor Imbau Warga Waspadai Banjir dan Angin Kencang
NU Online · Ahad, 1 November 2026 | 12:30 WIB
Hujan deras dan angin kencang landa wilayah Pidie Jaya, Sabtu (31/10/2026) malam. (NU Online/Helmi Abu Bakar)
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Banda Aceh, NU Online
Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sabtu (31/10/2026) malam. Cuaca ekstrem tersebut berdampak pada sejumlah kabupaten, termasuk Pidie Jaya dan Bireuen. Bahkan, luapan sungai mulai merendam sejumlah gampong di Kabupaten Pidie Jaya.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peringatan dini potensi hujan lebat disertai petir di sejumlah wilayah Aceh berlaku mulai Sabtu (31/10/2026) pukul 20.16 WIB hingga Ahad (1/11/2026) pukul 01.17 WIB.
Peringatan tersebut mencakup 92 kecamatan di Aceh, termasuk Meureudu, Meurah Dua, Bandar Dua, Jangka Buya, Panteraja, Trienggadeng, dan Ulim di Kabupaten Pidie Jaya.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Aceh, Tgk Azwar A. Gani, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Aceh, khususnya yang berada di wilayah terdampak, agar meningkatkan kewaspadaan. Hujan deras disertai angin kencang dan petir berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari pohon tumbang, genangan air, banjir hingga tanah longsor," ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini cuaca, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, daerah perbukitan, maupun lingkungan dengan banyak pepohonan besar.
Dalam peringatan dini BMKG tersebut, sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya masuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Wilayah itu meliputi Meureudu, Ulim, Jangka Buya, Bandar Dua, Meurah Dua, Panteraja, dan Trienggadeng.
Baca Juga
Arti Mimpi tentang Banjir dan Hujan
Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, potensi cuaca ekstrem mencakup Kecamatan Samalanga, Jeunieb, Peudada, Pandrah, Simpang Mamplam, dan Peulimbang.
Selain kedua kabupaten tersebut, peringatan dini juga mencakup sejumlah wilayah lain di Aceh, antara lain Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Tamiang, serta Kota Subulussalam.
BMKG mengingatkan potensi dampak berupa berkurangnya jarak pandang, angin kencang, dan banjir lokal. Masyarakat di daerah rawan bencana diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama cuaca buruk berlangsung.
Memasuki Ahad (1/11/2026), BMKG menetapkan Kabupaten Pidie Jaya dalam kategori Waspada berdasarkan Peringatan Dini Curah Hujan Dasarian I November 2026 untuk periode 1–10 November.
Baca Juga
Cara Bersuci tatkala Kondisi Banjir
Berdasarkan prakiraan cuaca harian BMKG, Kecamatan Meureudu pada 1 November diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 20–26 derajat Celsius dan kelembapan 81–98 persen. Sementara itu, Kecamatan Ulim diprakirakan cerah dengan suhu 22–30 derajat Celsius.
Adapun Kecamatan Jangka Buya diprakirakan cerah dengan suhu 24–29 derajat Celsius dan kelembapan 74–93 persen. Untuk Kecamatan Bandar Dua, prakiraan BMKG menunjukkan kondisi berawan di sejumlah desa.
Meski prakiraan cuaca berbeda antarkecamatan, masyarakat tetap diminta waspada. Terlebih, sejumlah wilayah di Pidie Jaya telah mengalami banjir akibat meningkatnya debit sungai setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu.
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun kawasan rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan serta segera melakukan langkah penyelamatan apabila ketinggian air kembali meningkat.
Perlu diketahui, kategori Waspada dalam peringatan curah hujan dasarian merupakan informasi potensi hujan untuk periode sepuluh hari. Sementara itu, prakiraan cuaca harian menggambarkan kondisi cuaca pada waktu dan wilayah tertentu.
Wakil Sekretaris PW GP Ansor Aceh, Tgk Azwar A. Gani, yang juga merupakan kader Ansor dari wilayah Pantai Barat Selatan Aceh, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Sejumlah wilayah di Pantai Barat Selatan Aceh juga ada yang mengalami banjir. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan secara merata. Kita tidak boleh hanya memperhatikan satu wilayah, tetapi harus saling mengingatkan dan membantu masyarakat yang terdampak," ungkapnya.
Ia meminta warga menghindari perjalanan yang tidak mendesak ketika hujan deras dan angin kencang berlangsung. Masyarakat juga diimbau tidak berteduh di bawah pohon besar, baliho, tiang listrik, maupun bangunan yang berpotensi roboh akibat terpaan angin.
"Kami berharap masyarakat tetap tenang, tetapi tidak lengah. Pantau perkembangan informasi resmi BMKG, saling mengingatkan antarwarga, dan segera berkoordinasi dengan aparat gampong maupun petugas terkait apabila terjadi keadaan darurat," tambahnya.
Ia turut mengajak seluruh kader Ansor dan Banser di berbagai kabupaten/kota di Aceh untuk meningkatkan kepedulian sosial serta membantu masyarakat apabila terjadi bencana, dengan tetap mengutamakan keselamatan diri dan mengikuti arahan petugas.
Di sejumlah kawasan rawan banjir di Pidie Jaya, masyarakat mulai meningkatkan kesiapsiagaan. Sejumlah warga bahkan telah memindahkan kendaraan, termasuk mobil, ke lokasi yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya ketinggian air.
Masyarakat juga diimbau mengamankan dokumen penting, barang berharga, serta menyiapkan kebutuhan darurat apabila sewaktu-waktu harus mengungsi.
Di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem dan dampak banjir, koordinasi pemerintah daerah, BPBD, aparatur gampong, relawan, serta seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi di Aceh.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
Terkini
Lihat Semua